Abu Bakar Ba’asyir Batal Bebas, Keluarga Merasa Di-PHP Pemerintah – Kilasbaca.com

SUKOHARJO – Ustaz Abu Bakar Ba’asyir batal bebas. Keluarga besar yang sudah menyiapkan penyambutan di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Mukmin Sukoharjo kecewa dan merasa diberi janji palsu oleh pemerintah.

Keluarga besar Ustaz Abu Bakar Ba’asyir menggelar konferensi pers di Ponpes Al Mukmin, Ngruki, Sukoharjo, Rabu (23/1/2019). Foto: metrojateng.com

Abu Bakar Ba’asyir sebelumnya dijadwalkan tiba di Sukoharjo pada hari ini, Rabu (23/1/2019). Namun pemerintah masih mengkaji ulang pembebasan pendiri Jamaah Ansharut Tauhid tersebut.

Padahal, setelah mengetahui informasi dari Yusril Ihza Mahendra, pihak keluarga langsung mempersiapkan kepulangan Abu Bakar Ba’asyir. Selain penyambutan, pihak keluarga sedianya akan menggelar syukuran atas kembalinya ulama 81 tahun itu di kediamannya di area pondok pesantren.

Direktur Ponpes Al Mukmin, Ustaz Ibnu Hanifah mengatakan, pihak Ponpes dan keluarga keluarga sangat kecewa terkait pembatalan kebebasan Ba’asyir. Pasalnya mereka mendapat harapan palsu dari pemerintah.

“Kami sangat kecewa, kami kembali di-PHP oleh pemerintah. Mending tidak menyampaikan statemen yang menggembirakan tapi akhirnya dialunir, bahkan dibatalkan. Lalu pada siapa kami harus percaya,” papar Ibnu Hanifah saat konferensi pers di Ngruki, Rabu (23/1/2019).

Padahal kabar kepulangan Ba’asyir sudah telanjur disampaikan kepada para santri. “Mereka bakal kecewa dan kami khawatir kalau anak-anak timbul antipati,” imbuhnya. 

Pada kesempatan tersebut, Pimpinan Yayasan Al Mukmin, Ustaz Wahyuddin menambahkan, pihaknya masih berharap pemerintah bisa mempertimbangkan kembali pembebasan Ba’asyir.

“Seandainya beliau meninggal di dalam tahanan, maka tentu hina akan menjadi aib, akan bernilai negatif bagi pemerintah dan juga akan menyebabkan marahnya sebagian umat Islam,” ujarnya. (MJ-28)


Artikel yang berjudul “Abu Bakar Ba’asyir Batal Bebas, Keluarga Merasa Di-PHP Pemerintah – Kilasbaca.com” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

No comments:

Powered by Blogger.