Cotton Bud Buatan Napi Kedungpane Diminati Pengusaha China – Kilasbaca.com

Foto: Sejumlah narapidana Lapas Kedungpane saat membuat cotton bud yang saat ini telah dilirik ooeh pabrik asal China.(Faris Fardianto/metrojateng.com)

 

SEMARANG – Sejumlah narapidana Lapas Kelas I A Kedungpane, Ngaliyan, Semarang siang itu sedang bungah. Pasalnya, jerih payah mereka selama ini dalam mengikuti proses asimilasi dengan membuat ragam produk kerajinan tangan, mulai membuahkan hasil.

Adalah PT Zhong Tou Trade yang tertarik membeli produk kerajinan yang dihasilkan oleh para narapidana Lapas Kedungpane. He Jia Fa, seorang perwakilan PT Zhong Tou Trade, mengaku perusahaannya tertarik membeli produk korek cotton bud yang selama ini dibuat oleh para narapidana setempat lantaran kualitasnya yang sudah teruji dengan baik.

“Kami datang kemari untuk memperkuat kerjasama dengan pihak pengelola Lapas Kedungpane, di mana kami membeli cotton bud sebanyak 50 kilogram atau sekitar 70 lusin. Ini kerjasama yang pertama kali terjalin dengan lapas,” kata He, usai meneken nota kesepahaman dengan Kepala Lapas Kelas IA Kedungpane, Dadi Mulyadi, Rabu (30/1/2019).

Kepala Lapas Kelas IA Kedungpane, Dadi Mulyadi mengatakan terdapat 40 narapidana yang saban hari rutin membuat cotton bud. Apalagi mereka bisa mengasah ketelatenan dalam membuat sebuah kerajinan tangan.

Hal ini, katanya untuk memberdayakan keterampilan selama narapidana menghabiskan masa hukuman.

“Mereka juga dapat upah Rp 250 ribu per bungkus. Cotton bud ini kan kebutuhan yang sangat mudah dikerjakan. Jika kelak bebas, mereka bisa mengerjakan kerajinan ini bersama keluarganya,” tuturnya.

Ia menjelaskan pembuatan cotton bud ini juga dimaksudkan sebagai program asimilasi sehingga keterampilan narapidana dapat diasah dan digunakan ketika menghirup udara bebas nanti.

Selain dengan perusahaan China, pihak lapas juga sudah bekerjasama dengan perusahaan lainnya. Salah satunya dengan PT Property Semarang dalam mendistribusikan kerajinan kursi rotan buatan narapidana.

Sedangkan Maryanto, seorang narapidana setempat mengatakan kegiatan membuat cotton bud selama di dalam lapas cukup membantunya. Terlebih lagi, ia tidak menemukan kesulitan berarti setiap membuat produk tersebut.

“Cukup senang juga bisa menghabiskan waktu luang. Selama ini tidak ada kesulitan, karena membuat korek kuping kan sangat gampang,” akunya. (far)


Artikel yang berjudul “Cotton Bud Buatan Napi Kedungpane Diminati Pengusaha China – Kilasbaca.com” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

No comments:

Powered by Blogger.