Di Hadapan Bank Dunia, Hendi Bercerita Soal Tantangan Hadapi ASN ‘Setengah Kopling’ – Kilasbaca.com

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi berbicara pada forum Bank Dunia di Jakarta.

 

SEMARANG – Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, secara khusus diundang untuk berbicara pada Forum Bank Dunia yang diselenggarakan di Double Tree Hotel, Jakarta, Senin (28/1/2019) lalu. Orang nomer satu di Semarang itu dinilai berhasil mengubah kebijakan pembangunan di Kota Semarang hingga menarik perhatian Bank Dunia atau World Bank.

Tak hanya tentang upayanya dalam melakukan pemerataan ekonomi dengan mendorong transformasi Semarang menjadi kota wisata, usaha wali kota mewujudkan Semarang sebagai kota hijau dengan berbagai inovasi juga diapresiasi.

Dalam forum tersebut, wali kota yang akrab disapa Hendi itu bercerita upaya yang dilakukannya untuk Kota Semarang tak mudah, terkhusus dalam kaitan mendorong integritas lembaga yang dipimpinnya. Hendi bahkan menuturkan jika dirinya dulu sempat kesulitan bekerja bersama tim yang disebutnya sebagai ‘ASN setengah kopling’.

‘’Dulu saya sampai mengistilahkan ada tipe ‘ASN Setengah Kopling’, yang bisanya hanya koar-koar saja, tapi tugasnya tidak dilaksanakan,’’ jelasnya seperti rilis Humas Pemkot Semarang ke metrojateng.com

‘’Tapi saya meyakini itu juga bagian proses harus dibenahi. Maka saya terus lakukan edukasi, menegaskan apa yang kita kerjakan adalah pengabdian masyarakat, sehingga tidak bisa setengah-setengah,’’ tegasnya.

Hendi membeberkan kebijakannya menaikkan tunjangan penghasilan pengawai (TPP) di Pemerintah Kota Semarang adalah dalam rangka melakukan penguatan lembaga.

‘’Apa yang saya lakukan di Kota Semarang dengan menaikkan TPP adalah bagian untuk lebih memotivasi ASN dalam mengabdi kepada masyarakat,’’ imbuhnya.

Politisi PDI Perjuangan tersebut menyebutkan, jika berbagai inovasi yang dihasilkan Pemerintah Kota Semarang sekarang menjadi bukti menguatnya integritas lembaga yang dipimpinnya saat ini. Dalam kaitan mewujudkan kota hijau, inovasi – inovasi seperti pembangunan pedestrian dengan beton yang mampu menyerap air ke dalam tanah, hingga normalisasi sejumlah sungai yang sebelumnya tidak dikerjakan, adalah hasil dari semangat pengabdian masyarakat yang tinggi.

Senada dengan cerita Hendi tentang tantangan menghadapi ‘ASN Setengah Kopling’, salah satu Direktur World Bank, Steven Schanberger menyebutkan jika implementasi teori menjadi kunci perubahan kota.

‘’Kita harus lebih fokus pada implementasi, bukan hanya teori saja. Karena semua kota memiliki masalah yang sama, di Brazil, Mexico, San Fransisco, dan lainnya,’’ katanya.

Dia menegaskan, bahwa dalam mewujudkan kota hijau dengan air bersih, perlu melalui fase management urban water yang terintegrasi. Di antaranya dengan melakukan engagement bersama sejumlah stake holder terkait perencanaan, analisis situasi, melakukan analisis akhir beserta rencana strategi serta keterlibatan sejumlah pihak, yang kemudian dilakukan implementasi dan monitoring. (duh)

 

 


Artikel yang berjudul “Di Hadapan Bank Dunia, Hendi Bercerita Soal Tantangan Hadapi ASN ‘Setengah Kopling’ – Kilasbaca.com” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

No comments:

Powered by Blogger.