Ijtima Ulama 2 Mendukung Capres Spesialis Hoaks

Calon Presiden 2019, Prabowo Subianto memiliki kebiasaan yang unik yaitu hobi nyapres. Tahun ini adalah tahun ketiganya. Selain hobi nyapres, dia juga hobi bikin hoax. Sejak dulu sampai sekarang, tampaknya kalo ga bikin hoax, hatinya ga tenang.

Lembaga Survei Indonesia (LSI) Denny JA menyebutkan bahwa dukungan warga NU (Nahdlatul Ulama) kepada Joko Widodo-Ma’ruf Amin justru meningkat usai gelaran Ijtima Ulama 2 pada 16 September 2018 lalu.

Hal itu terungkap pada hasil survei LSI Denny JA yang dirilis hari ini, Kamis (27/9/2018) di Graha Dua Rajawali, Rawamangun, Jakarta Timur.

“Pada bulan Agustus 2018 dukungan NU kepada Jokowi-Ma’ruf Amin adalah 54,7 persen atau sebelum Ijtima Ulama 2, setelah Ijtima Ulama 2 yaitu September dukungan warga NU kepada pasangan ini meningkat 0,8 persen atau menjadi 55,5 persen,” kata Peneliti LSI Denny JA, Ardian Sopa.

Sebaliknya penurunan dukungan warga NU pada Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengalami penurunan usai Ijtima Ulama 2.

“Pada Agustus 2018 dukungan warga NU kepada Prabowo-Sandi adalah 27 persen, namun pada bulan September atau setelah Ijtima Ulama 2 dukungan NU kepada mereka menjadi 26,1 persen,” kata Ardian.

Ardian pun menegaskan meningkatnya dukungan warga NU kepada Jokowi-Ma’ruf memberikan sinyal baik kepada mereka karena basis populasi NU yang sangat besar.

Sementara dengan fakta itu Ijtima Ulama 2 ternyata memberi dampak yang cukup negatif bagi Prabowo-Sandi.

“Basis populasi NU ini menjadi perhitungan dengan besar 43,9 persen di seluruh Indonesia,” katanya.

No comments:

Powered by Blogger.