Jika Terbukti Suap, Hakim Lasito Dipecat Setelah Vonis – Kilasbaca.com

Jika dalam prosesnya dia terbukti menerima suap, maka sanksi terberatnya akan dipecat.

SEMARANG – Pasca operasi tangkap tangan (OTT) KPK akhir tahun lalu, Pengadilan Tinggi Jawa Tengah mengisyaratkan dalam waktu dekat segera memecat hakim Pengadilan Negeri Kota Semarang, Lasito.

Kepala Pengadilan Tinggi Jawa Tengah, Nommy HT Siahaan menyatakan pemecatan akan dilakukan setelah Lasito menerima vonis hukuman dalam persidangan.

“Setelah OTT KPK,  tentunya kami tunggu proses hukum selanjutnya. Jika dalam prosesnya dia terbukti menerima suap maka sanksi terberatnya akan dipecat. Sebab itulah kami sedang menantikan proses pemeriksaan selanjutnya atas kasus tersebut,” tutur Nommy, usai melantik Sutaji sebagai Kepala PN Kota Semarang yang baru, di lantai dua kantornya, Jalan Pahlawan, Semarang, Senin (21/1/2019).

Ia menyatakan pihaknya telah memerintahkan kepada personelnya untuk melakukan pengawasan intensif terhadap kinerja para pegawai PN Kota Semarang.

Pola pengawasan bakal dilakukan secara melekat agar kasus suap yang menjerat hakim PN tak terulang kembali.

Lebih jauh, ia mengklaim selama setahun terakhir belum menemukan kasus jaksa maupun hakim yang tersangkut hukum. Semuanya, kata dia, masih bekerja dengan baik dan tetap kondusif.

“Kinerja jaksa dan hakim lainnya tidak ada masalah. Semuanya masih berjalan dengan baik,” urainya.

Sutaji, Kepala PN Kota Semarang berjanji akan lebih mengintensifkan pengawasan terhadap hakim yang berkerja di kantornya. Aturan yang ada saat ini bakal ditingkatkan, lanjutnya.

“Termasuk, kami harus meningkatkan disiplin semua aturan untuk memproteksi para pegawai kami dari kasus hukum,” ujarnya.

Untuk saat ini pihaknya sudah mengganti posisi hakim Lasito dengan petugas lain atas penunjukan secara internal. “Penggantian hakim tidak akan dilakukan asal-asalan. Tetap sesuai prosedur yang kami lakukan,” katanya. (far)


Artikel yang berjudul “Jika Terbukti Suap, Hakim Lasito Dipecat Setelah Vonis – Kilasbaca.com” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

No comments:

Powered by Blogger.