Keluhan Pelayanan BRT Trans Semarang Meningkat – Kilasbaca.com

Bus Trans Semarang berhenti di selter BRT Simpang Lima yang baru, Kamis (20/9/2018). Foto: metrojateng.com/Masrukhin Abduh

SEMARANG – Badan Layanan Umum (BLU) UPTD Trans Semarang menerima sebanyak 756 keluhan dan saran terkait kinerja armada bus Trans Semarang selama tahun 2018. Dari mulai masalah kedatangan bus terlalu lama hingga permintaan penambahan shelter, armada dan rute.

‘’Keluhan dan saran tersebut diterima baik melalui call center 1 5000 94, media sosial antara lain WhatsApp, Instragram, Twitter, Facebook, SMS, dan Lapor Hendi,’’ ujar Kepala Badan Layanan Umum (BLU) UPTD Trans Semarang, Ade Bhakti Ariawan, Selasa (29/1/2019).

Dia menjelaskan, keluhan dan saran tersebut diperoleh dari tujuh koridor yang saat ini telah beroperasi. BRT Trans Semarang telah memiliki tujuh koridor yakni Koridor Satu Mangkang – Penggaron, Koridor Dua Ungaran – Terboyo, Koridor Tiga Pelabuhan -Elizabeth, Koridor Empat Cangkiran – Tawang, Koridor Lima Meteseh- Bandara, Koridor Enam UNDIP – UNNES, Koridor Tujuh Genuk– USM – Balaikota, ditambah dengan Koridor Bandara yang beroperasional mulai pukul 18.00 – 24.00.

Keluhan dan saran yang masuk itu dikelompokkan menjadi beberapa  klasifikasi. Antara lain armada tidak merapat shelter ada 49 keluhan, pelayanan driver ada 171, kondisi bus ada 97, kondisi shelter 77, interval waktu pelayanan 28, pelayanan petugas 88, tiket 26, jalur tidak sesuai 2, komplain rute 44, komplain penumpang penuh 1, permintaan jalur khusus ada 1 saran, permintaan penambahan shelter 74, permintaan penambahan armada 42, penambahan jam layanan 39, permintaan penambahan rute 17.

Adapun secara rinci keluhan yang masuk selama tahun 2018, yakni di bulan Januari 83, bulan Februari 105, Maret 80, April 55, Mei 43, Juni 52, Juli 79, Agustus 41, September 68, Oktober 54, November 57, dan Desember 39. Sementara  pada  tahun 2017, diakui Trans Semarang menerima 670 keluhan dan saran.

Ade juga menegaskan, bahwa keluhan dan saran dari pengguna jasa diperlukan untuk terus  memperbaiki pelayanan BRT Trans Semarang kepada pengguna jasa dan masyarakat. ‘’Keluhan dan saran yang diberikan memotivasi kami untuk terusberbenah,’’ tegasnya.

Dia mengungkapkan, selama tahun 2018 sebanyak 30 Driver yang tidak dapat memberikan pelayanan maksimal saat operasional armada, baik ngebut, menerobos lampu merah, laka, tidak disiplin, telah dikeluarkan.

Dia menambahkan, pada tahun 2018, rata-rata dalam sehari BRT Trans Semarang melayani 30.000 penumpang. Tarif Trans Semarang pada tahun ini masih tetap sama, yakni Umum Rp 3.500 dan Pelajar/Mahasiswa/KIA Rp1000.

Ade menjelaskan,  pendapatan BRT Trans Semarang tahun 2018 mencapai 91,67 persen atau  Rp27.890.203.672, dari target Rp30.424.576.000. ‘’Di tahun 2019, target pendapatan kami naik menjadi Rp31.945.805.000, dengan target pendapatan  per hari Rp87.523.000,’’ pungkasnya. (duh)  

 

 


Artikel yang berjudul “Keluhan Pelayanan BRT Trans Semarang Meningkat – Kilasbaca.com” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

No comments:

Powered by Blogger.