Lapas Pekalongan Segera Pindah ke Kaki Gunung Slamet – Kilasbaca.com

SEMARANG – Kepala Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Jawa Tengah, Dewa Putu Gede memastikan Lapas Pekalongan akan direlokasi dalam waktu dekat. Dewa menyebut pihaknya sudah menyiapkan tempat relokasi lapas yang berada di lereng Gunung Slamet tepatnya di salah satu desa Kabupaten Pekalongan.

“Sudah kami siapkan lahannya memakai hibah yang diberikan oleh Bupati Pekalongan. Luasnya kurang lebih 11 hektar. Bangunan lapasnya akan dibuat seluas 2 hektar,” kata Dewa saat dikonfirmasi metrojateng.com, Senin (28/1/2019).

Pihaknya mengaku sedang melobi Kemenkumham RI untuk menyediakan alokasi dana untuk mendukung pembangunan Lapas Pekalongan di lereng Gunung Slamet.

“Mudah-mudahan lah ada alokasinya,” ujar Dewa.

Untuk pemindahan para narapidana Lapas Pekalongan, katanya kini sedang berlangsung. Petugasnya dibantu aparat TNI/Polri memindahkan ratusan narapidana ke lima daerah. Terdiri Lapas Kelas IIB Brebes, Lapas Kelas IIB Slawi, Lapas Kelas IIB Tegal, Rutan Batang dan Lapas Kelas IA Kedungpane.

“Untuk Kedungpane ada 50 orang dari Lapas Pekalongan. Selain itu ada juga di Brebes, Batang, Slawi dan Tegal. Mereka ditempatkan di sana dulu sampai cuacanya kembali mereda dan banjirnya kalau sudah surut,” tuturnya.

Sementara itu, sudah ada 50 narapidana pindahan Lapas Pekalongan yang saat ini sudah tiba di Lapas Kelas IA Kedungpane Semarang.

Kepala Lapas Kelas IA Kedungpane, Dadi Mulyadi menyatakan saat ini telah disiapkan ruangan Masa Pengenalan Lingkungan (Mapenaling) untuk menampung mereka sementara waktu.

“Kami siapkan ruang Mapenaling untuk napi dari Lapas Pekalongan,” kata Dadi.

Para narapidana itu juga akan mengalami masa pengenalan lingkungan selama berada di Kedungpane.

Hingga saat ini jumlah penghuni Lapas Kedungpane mencapai 1.767 orang. Jumlah narapidananya sebanyak 1.078 orang. Kalau jumlah tahanannya 689 orang. (far)


Artikel yang berjudul “Lapas Pekalongan Segera Pindah ke Kaki Gunung Slamet – Kilasbaca.com” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

No comments:

Powered by Blogger.