Menggali Potensi Desa hingga Beromzet Miliaran – Kilasbaca.com

SEMARANG – Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispermadescapil) Jawa Tengah sedang mendorong dua desa di Kabupaten Temanggung supaya dapat mengikuti jejak kesuksesan Desa Ponggok yang mampu beromzet hingga Rp 14 miliar dari hasil pengelolaan sumber mata air menjadi destinasi wisata.

Kepala Dispermadescapil Jawa Tengah, Sudaryanto, mengatakan kedua desa yang dimaksud terletak Pringsurat dan Candiroto. Di sana sejak lama terkenal sebagai sentra penghasil kopi khas Temanggung.

“Apa yang sudah dilakukan oleh Ponggok mudah-mudahan bisa ditiru oleh Pringsurat dan Candiroto sebagai desa kopi. Boleh mereka mereplikasikan tapi harus sesuai potensi daerah masing-masing,” kata Sudaryanto kepada metrojateng.com, Rabu (23/1/2019).

Ia mengakui jika Desa Ponggok sangat hebat dalam mengelola pariwisatanya. Tak ada yang bisa menandingi di Jawa Tengah. Kehebatan Ponggok sebagai desa wisata beromzet miliaran hanya bisa disaingi oleh desa di Tabanan, Bali.

Kendati demikian, katanya, tiap desa tak perlu iri kepada mereka. Sebab Ponggok memulai dari dana pinjaman untuk kemudian dikelola menjadi desa wisata mandiri.

Pihaknya menyatakan sebenarnya potensi desa wisata mandiri bisa banyak dilakukan di Jawa Tengah. Mulai desa wisata alur sungai, desa tangguh bencana dan sebagainya. Namun sayangnya, masyarakat setempat belum siap menghadapi tantangan dalam mengelola desanya.

Untuk membentuk desa wisata alur sungai misalnya, warga harus mampu menghitung keselamatan wisatawan yang menikmati sensasi berwisata di tepi sungai.

“Di Elo Magelang juga bisa. Tapi masyarakatnya belum siap. Karena luas desanya luar biasa besar. Ada dua RW di satu desa dan sebagainya,” terangnya.

Sudaryanto menyatakan alokasi dana desa yang digelontorkan pemerintah saban tahun terus melejit naik. Bila 2015 silam, Pemprov Jateng dapat kucuran dana desa sebesar Rp 2,0 triliun, kemudian pada 2016 dikucurkan sebesar Rp 5,0 triliun, lalu di tahun 2017 dikucurkan Rp 6,3 triliun, pada 2018 dikucurkan Rp 6,74 triliun dan tahun ini Pemprov Jateng dapat alokasi dana mencapai Rp 7,88 triliun.

“Itu rata-rata alokasinya per desa bervariasi. Sekitar Rp 900 juta per desa,” kata Sudaryanto. (far)


Artikel yang berjudul “Menggali Potensi Desa hingga Beromzet Miliaran – Kilasbaca.com” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

No comments:

Powered by Blogger.