Meninggal Dikeroyok Geng Motor, Korban Dikenal Pemalu – Kilasbaca.com

TEGAL – ‎Dimas Nur Afandi (16) meninggal dunia setelah menjadi korban keberingasan gerombolan geng motor yang mengeroyok dan membacoknya di jalan Desa Setu Kecamatan, Minggu (27/1) dini hari lalu. Sang ayah, Sofandi (48) tak menyangka anaknya meninggal dengan cara mengenaskan.

Sejumlah kerabat Dimas, korban pengeroyokan dan pembacokan geng motor melayat dan mengantarkan korban ke tempat peristirahatan terakhir. Foto : metrojateng.com/ adithya

“‎Saya tidak tega melihatnya, lukanya banyak sekali. Saya tak menyangka meninggalnya dengan cara begitu,” tutur Sofandi kepada metrojateng.com saat sedang mengurus pemulangan‎ jenazah sang anak di RSI Muhammadiyah Singkil Adiwerna, Selasa (29/1/2019).

‎Sofandi mengatakan, sebelum kejadian yaitu pada Sabtu (26/1) malam, Dimas pamit pergi untuk main bersama teman-temannya mengendarai sepeda motor. Saat itu, pria yang sehari-hari berjualan di Pasar Kemantran itu tak memiliki pikiran macam-macam.

“‎Kalau malam Minggu biasa keluar, main. Itu juga kadang-kadang. Pulangnya jam 12 (malam) paling lama. Tapi pas itu jam dua sampai jam tiga (dini hari) belum pulang-pulang, saya mulai curiga,” ujarnya.

Hingga akhirnya Sofandi mendapat kabar mengagetkan bahwa Dimas dibawa ke RSI Muhammadiyah karena dikeroyok dan dibacok orang sekitar pukul 04.00 WIB. ‎Dua hari dirawat, anak kedua dari tiga bersaudara itu dinyatakan meninggal karena luka sabetan celurit di dada yang mengenai sejumlah organ vitalnya.

“Harapannya setelah kejadian ini tidak ada korban-korban lagi. Harus ada efek jera (untuk para pelaku),” ‎ujar Sofandi dengan mata berkaca-kaca.

‎Sofandi mengenang anaknya sebagai sosok yang baik, pemalu, tertutup dan cenderung penakut. Siswa kelas I SMK Peristek Kecamatan Pangkah itu juga tak pernah ada masalah baik di sekolah maupun di lingkungan pergaulannya.

Sementara itu, puluhan teman-teman satu sekolah Dimas ikut mengantarkan al‎marhum ke peristirahatan terakhirnya di pemakaman umum Desa Lebeteng Kecamatan Tarub, Selasa sore. Di antara mereka, tampak juga Hilmi Muhammadi (19), korban yang mengalami luka sabetan di dagu.

Hilmi menceritakan bagaimana dia, Dimas, dan Prasetyo Budi Widodo (19) dikeroyok dan dibacok oleh enam orang yang tidak dikenalnya saat hendak pulang ke rumah setelah main ke rumah seorang temannya. Saat itu Hilmi yang mengendarai sepeda motor Honda Scoopy miliknya, sementara Dimas dan Prasetyo membonceng.

Dikeroyok 20 Orang

Awalnya saat melintas di jalan Desa Jatirawa mereka berpapasan dengan rombongan pelaku yang berjumlah sekitar 20 orang dan mengendarai sepeda motor.

“Mereka menantang. Terus mereka langsung putar balik. Ada dua sepeda motor boncengan tiga yang mengejar. Pas di tikungan (Desa Setu) sepeda motor saya jatuh. Langsung dikeroyok dan dibacok. Saya lari ke sawah,” ungkapnya.

Saat lari menyelamatkan diri, Hilmi mengaku tak sempat melihat‎ kondisi Dimas. Dia baru tahu kemudian jika temannya itu mengalami luka parah dan sepeda motornya dibawa para pelaku setelah ditolong sejumlah warga dan dibawa ke rumah sakit.

“Saya waktu lari nggak lihat (Dimas),” ucap alumni SMK Peristek ini.

Usai mendapat laporan kejadian itu, anggota dari Polsek Tarub dan Polres Tegal langsung bergerak dan menangkap sembilan‎ pelaku. Satu di antaranya sudah ditetapkan tersangka, dan seorang lagi ada yang masih buron. Keduanya yang melakukan pembacokan terhadap korban. (MJ-10)


Artikel yang berjudul “Meninggal Dikeroyok Geng Motor, Korban Dikenal Pemalu – Kilasbaca.com” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

No comments:

Powered by Blogger.