Pabrik Garmen di Kendal Tak Mampu Bayar Gaji Karyawan Sesuai UMK – Kilasbaca.com

SEMARANG – Sebuah pabrik garmen asal Kabupaten Kendal mendapat izin penangguhan pembayaran gaji sesuai aturan UMK 2019. Hal ini dilakukan atas faktor kemampuan keuangan pabrik serta masa kerja para buruhnya masih di bawah standar aturan.

“Itu perusahaan baru, ada sekitar 130 pekerja. Yang ditangguhkan hanya karyawan yang masa kerjanya di bawah 1 tahun,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jawa Tengah, Wika Bintang tanpa menyebut nama pabrik yang bersangkutan, Jumat (25/1/2019).

Wika menjelaskan pemilik pabrik garmen mengajukan penangguhan pembayaran UMK selama setahun. Akan tetapi, dari kajian yang dilakukan saat ini, pihaknya akhirnya mengabulkan penangguhan selama enam bulan.

Terlebih lagi, ia menguraikan aturan penangguhan pembayaran gaji UMK kini berbeda ketimbang kondisi tahun-tahun sebelumnya. Wika menyebut sesuai putusan Mahkamah Konstitusi (MK), setiap pabrik diwajibkan yang mengajukan penangguhan harus mampu melunasi hak karyawan setelah masa penangguhan selesai.

Misalnya, katanya bila UMK 2018 sebesar Rp 2,1 juta, kini naik jadi Rp 2,3 juta pada tahun ini. Maka saban bulan, perusahaan menanggung utang Rp 200 ribu kepada setiap karyawan.

“Perusahaan masih boleh memberi upah Rp 2,1 juta selama enam bulan. Tapi setiap bulan, perusahaan hutang Rp 200 ribu. Akumulasi utang yang menjadi Rp 1,4 juta itu, harus dibayarkan kepada karyawan pada bulan ketujuh,” papar Wika.

Dengan aturan baru ini, maka pada tahun ini ada tiga perusahaan lainnya yang memilih mencabut penangguhan pembayaran UMK. Dua di antaranya rumah sakit swasta di Kota Semarang dan Purworejo. Sedangkan satunya lagi pabrik mebel di Jepara.

“Ketiga pilih mencabut penangguhan. Mungkin karena ada aturan baru itu,” ujar Wika. (far)


Artikel yang berjudul “Pabrik Garmen di Kendal Tak Mampu Bayar Gaji Karyawan Sesuai UMK – Kilasbaca.com” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

No comments:

Powered by Blogger.