Pasca Terkena Parasit, Budidaya Ikan Air Tawar Dipantau Ketat – Kilasbaca.com

Foto: Petugas saat memantau keramba ikan air tawar di Banjarnegara.

SEMARANG – Setelah dilaporkan terkena wabah penyakit ikan pada 2017 silam, petugas Balai Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (BKIPM) Hasil Perikanan Kota Semarang memilih memerketat pengawasan terhadap kegiatan budidaya ikan air tawar yang dilakukan kelompok masyarakat Kabupaten Banjarnegara.

Bahkan, tim BKIPM pun menyambangi lokasi budidaya ikan nila dan gurami di Klampok Banjarnegara. Dua jenis ikan yang punya nama latin Oreochromis Niloticus dan Oshpronemus Gouramy itu menjadi salah satu ujung tombak bagi perekonomian warga setempat.

Kepala BKIPM Kota Semarang, Raden Gatot Perdana mengungkapkan pemantauan sebaran penyakit ikan dikerjakan Selasa, 29 Januari 2019 lalu di Banjarnegara.

“Pemantauan ini merupakan salah satu tugas dan fungsi dari BKIPM yang merupakan bagian dari KKP dalam melaksanakan kewajibannya dalam mengawal perikanan Indonesia,” kata Gatot kepada metrojateng.com, Kamis (31/1/2019).

Penyakit ikan ada dua jenis. Pertama infeksius dan kedua non infeksius. Petugasnya mewaspadai penyakit ikan infeksius lantaran bisa menimbulkan parasit, bakteri, jamur dan virus yang menjalar pada tubuh ikan air tawar.

Ia mewaspadai bahaya penyakit ikan infeksius yang bisa membuat gagal produksi karena menyebabkan lambatnya pertumbuhan hingga kematian pada indukan ikan air tawar.

Ia menjelaskan pemantauan sebaran penyakit ikan dimanfaatkan untuk menginventarisasi jenis HPIK, inang serta daerah sebarannya. Selanjutnya dilakukan penyusunan peta daerah sebar penyakit ikan karantina untuk menetapkan kebijakan operasional karantina ikan.

“Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam upaya deteksi dini serta pencegahan terhadap tersebarnya penyakit ikan khususnya di wilayah Jawa Tengah,” kata Gatot. (far)


Artikel yang berjudul “Pasca Terkena Parasit, Budidaya Ikan Air Tawar Dipantau Ketat – Kilasbaca.com” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

No comments:

Powered by Blogger.