Pedagang Nakal Gunakan Listrik Tambahan Ilegal – Kilasbaca.com

Kondisi di Pasar Karimata yang termasuk banyak ditemukan titik listrik tambahan tak berizin yang rawan jadi pemicu kebakaran pasar.

SEMARANG – Dinas Perdagangan Kota Semarang menemukan adanya belasan titik listrik tambahan yang menggunakan kabel tidak layak di sejumlah pasar tradisional. Kondisi ini dinilai sangat membahayakan karena dapat menyebabkan terjadinya kebakaran pasar akibat hubungan arus pendek.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fajar Purwoto mengatakan, pihaknya menemukan 12 titik listrik tambahan di Pasar Langgar dan 11 titik listrik tambahan di Pasar Karimata. Hal itu diketahui saat melakukan sidak instalasi listrik di pasar-pasar tradisional, Kamis (31/1/2019).

‘’Kasus kebakaran Pasar Jatingaleh akhir pekan lalu harus menjadi pelajaran bersama. Diduga penyebab kebakaran itu berawal dari hubungan korsleting, sehingga menghabiskan lima kios dan kerugian materil ratusan juta rupiah,’’ kata Fajar Purwoto.

Dia meminta pedagang tidak menggunakan titik listrik tambahan untuk mengurangi resiko bahaya kebakaran. Selain itu dianjurkan tidak menggunakan kabel serabut. Minimal harus menggunakan kabel NYM 2×1,5 untuk instalasi sekunder dan NYM 2×2 untuk instalasi utama, guna mengurangi risiko terjadi kebakaran.

Fajar mengatakan, pihaknya menemukan banyak pedagang yang menambah sendiri instalasi listrik dan menggunakan kabel serabut. Mereka tidak izin kepada dinas ataupun kepala pasar. Banyaknya colokan listrik yang bertumpuk itu rawan sekali konsleting dan menyebabkan kebakaran.

‘’Meskipun dibolehkan menambah instalasi listrik di kios, tapi harusnya mereka izin ke dinas atau kepala pasar,’’ tegas Fajar.

Fajar menegaskan, pihaknya tidak ingin kecolongan lagi dengan terjadi lagi kebakaran pasar karena korsleting listrik atau hubungan arus pendek. Seperti yang pernah terjadi pada kebakaran di Pasar Waru (2014), Pasar Johar (2015) dan Pasar Jatingaleh.

‘’Kami juga sudah melakukan antisipasi dengan menyediakan APAR (Alat Pemadam Api Ringan) di masing-masing pasar,’’ ujaranya.

Sementara itu, Ketua Persatuan Pedagang dan Jasa Pasar (PPJP) Karimata, Wahyudi mengatakan, akan segera melakukan sosialisasi kepada anggotanya yang berjumlah sekitar 400 orang.

Menurutnya, sosialisasi mengenai bahaya penggunaan listrik sembarangan oleh dinas selama ini sangat jarang dilakukan.

‘’Kami juga baru paham mengenai penggunaan kabel semacam itu (bisa membahayakan), karena untuk penggunaan listrik memang swadaya masing-masing pedagang. Tapi kami akan segera kumpulkan anggota kami untuk mensosialisasikan hal seperti ini,’’ tandasnya. (duh)

 

 

 


Artikel yang berjudul “Pedagang Nakal Gunakan Listrik Tambahan Ilegal – Kilasbaca.com” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

No comments:

Powered by Blogger.