Prestasi Jokowi, Rupiah Menguat Menjadi Mata Uang Terbaik Kedua di Dunia

Rupiah menguat dan hanya pada era Jokowi, Rupiah mampu mengalahkan Korea, India, Filipina, dan Jepang. Sebuah prestasi yang membanggakan dan sepertinya tak mampu disamai oleh presiden-presiden sebelumnya.

Anggota Komisi VI DPR Juliari Batubara menilai penguatan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) di awal 2019 salah satu yang terbaik di antara mata uang negara lainnya. Sinyal positif posisi rupiah di pasar internasional ini dianggap bukti kebijakan Presiden Joko Widodo tepat.

“Penguatan tersebut ditopang oleh data-data makro ekonomi Indonesia di kwartal 4 2018 yang lebih baik dari kuartal sebelumnya. Seperti inflasi dan defisit perdagangan yang lebih rendah,” kata Juliari di Jakarta, Jumat, 18 Januari 2019.

Politikus PDI Perjuangan itu mengatakan penguatan rupiah mengartikan beberapa kebijakan makro ekonomi yang dikeluarkan oleh pemerintahan Presiden Jokowi berjalan dengan baik. Dalam beberapa bulan terakhir, kebijakan direspons positif oleh pasar internasional.

“Sehingga dana-dana asing yang sebelumnya keluar dari Indonesia, mulai kembali memasuki market Indonesia,” kata Juliari. Di sisi lain, pemeritah tak berpuasa diri. Pemerintah harus tetap berusaha keras agar inflasi bisa tetap terkendali. Upaya-upaya untuk meningkatkan ekspor terus digenjot. Apalagi, Federal Reserve/Bank Sentral Amerika masih mungkin untuk kembali menaikan suku bunganya di kuartal 1 tahun 2019 ini.

“Sehingga masih berpotensi untuk kembali mengakibatkan tekanan terhadap rupiah,” kata dia.

Bank Indonesia (BI) optimistis nilai tukar rupiah terhadap USD akan menguat sepanjang 2019. Keyakinan itu karena adanya sejumlah indikator yang menunjukkan tren rupiah mampu perkasa.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan nilai tukar saat ini sudah berkisar Rp14.000 per USD atau lebih baik dari 2018 yang pernah menyentuh angka Rp15.000 per USD. “Kami masih melihat bahwa nilai tukar saat ini masih under value,” kata Perry, seperti dikutip dari Antara, Jumat, 11 Januari 2019.

No comments:

Powered by Blogger.