Puncak Musim Hujan, 12 Warga Jateng Meninggal Akibat Demam Berdarah – Kilasbaca.com

Salah satu pasien penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) di RSUD Dr Soeselo Slawi, Kabupaten Tegal masih mendapatkan perawatan intensif. Foto : metrojateng.com/ adithya

SEMARANG – Dinas Kesehatan Jawa Tengah menyatakan lima daerahnya telah ditetapkan waspada penularan demam berdarah dengue (DBD). Kelimanya antara lain Kabupaten Sragen, Jepara, Kudus, Grobogan dan Pati.

Bahkan, jumlah warga yang tertular penyakit akibat gigitan nyamuk Aedes Aegypti telah mencapai 1.204 jiwa selama sebulan terakhir.

“Sampai awal minggu kelima, tertinggi penularan DBD yaitu Sragen ada 200 kasus, Grobogan 150 kasus, Blora 75 kasus, Cilacap 71 kasus, Pati 87 kasus, Jepara 78 kasus, Purbalingga 76 kasus, Boyolali 51 kasus. Lainnya di bawah 50 kasus, ada yang 25 kasus, 12 kasus dan Kota Semarang ada 33 kasus penularan DBD,” ungkap Kepala Dinkes Jateng Yulianto Prabowo, saat ditemui metrojateng.com, di kantornya Jalan Piere Tendean Semarang, Rabu (30/1/2019).

Ia menyatakan 12 orang kini ditemukan meninggal dunia akibat tertular DBD stadium akut. Dua belas orang itu teridentifikasi terkena dengue syok syndrome. Karena mengalami keterlambatan berobat trombositnya menurun drastis serta mengalami kebocoran plasma.

Namun, ia mengklaim perbandingan jumlah warga yang meninggal itu dengan total penduduk Jawa Tengah yang ada saat ini hanya sekitar 1 persen.

Warga yang meninggal akibat terkena DBD, katanya paling banyak berada di Brebes ada empat orang, Jepara ada tiga orang sisanya Kebumen, Grobogan, Blora, Batang.

“Paling banyak berusia 5-15 tahun. Anak-anak memang paling banyak. Tetapi orang dewasa dan lansia pun bisa terkena DBD karena virusnya memang meningkat pesat,” jelasnya. (far)


Artikel yang berjudul “Puncak Musim Hujan, 12 Warga Jateng Meninggal Akibat Demam Berdarah – Kilasbaca.com” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

No comments:

Powered by Blogger.