Relawan Demokrasi Dilarang Improvisasi Dalam Sosialisasi Pemilu – Kilasbaca.com

Para Relawan Demokrasi mengikuti bintek yang digelar KPU Kota Semarang.

 

SEMARANG – Relawan Demokrasi (Relasi) diharuskan melakukan tugasnya sesuai dengan arahan yang diberikan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Mereka diharapkan tidak melakukan improvisasi dalam bertugas membantu KPU mensosialisasikan Pemilu 2019.

‘’Mereka sudah kami berikan bintek dan pemahaman apa saja yang bisa disampaikan kepada masyarakat. Bahkan kami berikan buku panduan sebagai landasan untuk berbicara,’’ kata Ketua KPU Kota Semarang, Henry Casandra Gultom, Kamis (31/1/2019).

Nanda, sapaan akrabnya, mengatakan, saat ini ada sebanyak 55 relawan yang sudah dikukuhkan pada 23 Januari lalu yang siap membantu tugas KPU. Keberadaan Relasi sendiri sudah ada sejak perhelatan Pilgub Jateng 2018 lalu.

Dalam bertugas, katanya, KPU juga akan membekali mereka dengan specimen surat suara, agar mereka dapat menunjukkan kepada masyarakat jenis-jenis surat suara. Serta peruntukan surat suara.

Karena hanya surat suara untuk pemilihan Presiden dan DPD saja yang ada gambarnya. Sementara DPR RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kota hanya akan berupa nama dan nomer calon.

Menurut Nanda, relawan demokrasi diharapkan dapat menjelaskan kepada masyarakat urutan dan metode pencoblosan di Tempat Pemungutan Suara (TPS). Dengan demikian, target angka partisipasi pemilih sebesar 77 persen diharapkan bisa tercapai dan bisa mengurangi potensi kerusakan surat suara.

‘’Para Relawan Demokrasi ini sudah melalui seleksi ketat, dari sebelumnya ada 250 orang peminat. Kami sudah lakukan wawancara dan meminta mereka menandatangani surat pernyataan netral selama tiga bulan bekerja,’’ terangnya.

Nanda menambahkan, para relawan demokrasi dilarang keras bersinggungan dengan peserta politik. Misalnya mengarahkan masyarakat memilih salah satu pasangan calon. Ia yakin relawan bisa menjadi mercusuar sekaligus repeater resmi KPU dalam mensosialisasikan Pemilu 2019.

‘’Akan ada sanksi hukum jika para relawan melanggar aturan ini. Terlebih mereka sudah sepakat menandatangani surat pernyataan bersikap netral,’’ tegasnya.

Para relawan juga diharapkan dapat berkolaborasi dengan PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan). Karena para relawan ini berasal dari berbagai elemen seperti pemilih pemula, difabel, pemilih wanita, perwakilan keagamaan dan lain-lain.

KPU sendiri, kata Nanda, akan menjalin kerjasama dengan komunitas-komunitas lain untuk mengoptimalkan sosialisasi. Misalnya akan dilakukan sosialisasi Pertuni atau komunitas tuna rungu. (duh)

 

 


Artikel yang berjudul “Relawan Demokrasi Dilarang Improvisasi Dalam Sosialisasi Pemilu – Kilasbaca.com” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

No comments:

Powered by Blogger.