Remisi Pembunuh Wartawan Radar Bali Bakal Dikaji Ulang – Kilasbaca.com

Sri Puguh Budi Utami, Dirjen Pemasyarakatan Kemenkumham, Jumat (1/2/2019).

SEMARANG – Pemerintah sedang mengkaji ulang pemberian potongan masa tahanan bagi I Nyoman Susrama, terpidana kasus pembunuhan wartawan Radar Bali, AA Gde Bagus Narendra Prabangsa.

Bahkan, Menkumham Yassona Laoly mengaku telah memerintahkan jajarannya memikirkan secara matang dampak yang ditimbulkan jika remisi itu diberikan kepada sang narapidana.

“Setelah ada tuntutan dari berbagai pihak, kami diminta oleh bapak menteri untuk mengkaji kembali. Beliau ini di kantor sedang kerja keras memikirkan itu. Termasuk sisi pandangnya terkait rasa keadilan bagi keluarga korban. Dan juga sisi keadilan buat korban pelakunya,” kata Sri Puguh Budi Utami, Dirjen Pemasyarakatan Kemenkumham, Jumat (1/2/2019).

Ia mengakui usulan pemberian remisi bagi Susrama pertama kali berasal dari dirinya. Kemudian usulan itu disetujui oleh pihak lapas setempat lalu diteruskan kepada Kanwil Kemenkumham Bali.

Tak cuma itu, usulan juga disetujui ketika Presiden Joko Widodo meneken Kepres Nomor 174. Kepres 174 telah mengatur bahwa terpidana yang dapat remisi harus sekurangnya menjalani 5 tahun pidana dan sisa hukumannya masih 15 tahun.

Makanya, ia mengatakan saat ini mempelajari efeknya ketika remisi tersebut diberikan untuk Susrama.

Kajian yang tengah dilakukannya yaitu mulai dari melihat penilaian berkelakuan baik serta menilai masa tahanan yang telah dijalani oleh Susrama.

“Sebagai pembina, kami tentunya menilai yang bersangkutan selama di dalam itu sudah berkelakuan baik karena sering ikut pembinaan, jadinya memang layak. Tapi itu kan kalau lihat dari sisi aturan. Pak menteri tidak mau gegabah. Beliau ingin remisi harus diberikan bagi yang sudah menjalani di atas 5 tahun. Itu syarat dari pak menteri,” pungkasnya. (far)


Artikel yang berjudul “Remisi Pembunuh Wartawan Radar Bali Bakal Dikaji Ulang – Kilasbaca.com” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

No comments:

Powered by Blogger.