Politik Sedang Sensitif, Ganjar: Jateng Jangan Diganggu – Kilasbaca.com

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

 

SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta kepada oknum tertentu agar tidak mengganggu wilayahnya di saat situasi saat ini yang memasuki tahun politik sedang sensitif.

 

Hal tersebut dilontarkan Ganjar untuk menanggapi aksi pembakaran mobil di pinggir jalanan yang belakangan ini meneror warga di sejumlah daerah.

 

“Kok ini kejadiannya di beberapa titik. Jangan sampe ada yang mengganggu Jawa Tengah,” ungkapnya, Jumat (1/2/2019).

 

Teror pembakaran motor maupun mobil dalam satu bulan terakhir cukup meresahkan masyarakat. Ada 21 kasus pembakaran kendaraan terjadi, 14 kasus pembakaran di Kota Semarang dan kabupaten Semarang. Sementara di kabupaten Tegal telah terjadi 7 kejadian. Bahkan Jumat (1/2) dini hari pembakaran juga terjadi di Genuk Karang Lo Tegalsari Semarang.

 

Ia mengingatkan kepada pihak-pihak tertentu agar jangan memanas-manasi situasi yang terjadi saat ini. Ia juga berharap supaya aksi teror jangan dikaitkan dengan situasi politik tanah air yang menjelang Pilpres dan Pileg.

 

“Tidak boleh ada yang mengganggu dengan kepentingan apapun, karena situasi tahun politik ini sedikit-sedikit saja sensitif,” katanya.

 

Untuk meredam situasi, ia sedang berkoordinasi dengan Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono. Ia ingin aparat kepolisian segera bertindak tegas agar suasana Jawa Tengah kembali adem ayem.

 

“Polisi sedang mengejar pelakunya, mudah-mudahan satu dua yang tertangkap, nanti bisa terungkap motifnya. Apakah dendam, apakah kejahatan, apakah ada urusannya dengan pemilu,” katanya.

 

Selain itu, Ganjar berharap masyarakat juga turut aktif untuk menghalau teror tersebut dengan kembali menggalakkan siskamling. Menurut Ganjar sistem keamanan lingkungan dari masyarakat sangat berperan penting menciptakan kenyamanan hidup. (far)

 

 

 


Artikel yang berjudul “Politik Sedang Sensitif, Ganjar: Jateng Jangan Diganggu – Kilasbaca.com” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

No comments:

Powered by Blogger.