Proses Pembangunan Kampung Bahari Dinilai Lambat – Kilasbaca.com

SEMARANG – Proses pembangunan Kampung Bahari Tambaklorok di Kota Semarang dinilai lambat. Padahal pembangunan Kampung Bahari tersebut dibiayai oleh APBN. Molornya pembangunan dinilai karena kurangnya kontrol dan pengawasan dari dinas maupun kementerian terkait.

Presiden RI Joko Widodo dan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat kunjungan ke Tambaklorok, Semarang, beberapa waktu lalu. (Foto: Ade Lukmono/metrojateng.com)

 

Ketua DPRD Kota Semarang, Supriyadi,  mengatakan sebagai pengguna anggaran dan pemberi anggaran, dinas ataupun kementerian terkait seharusnya melakukan pengawasan terhadap proyek Kampung Bahari.

‘’Progresnya stagnan, perlu dipertanyakan apakah kurang kontrol atau pengawasan sehingga molor,’’ katanya, Senin (11/2/2019).

Politisi dari PDI Peruangan ini meminta agar proyek serta permasalahan yang ada di Kampung Bahari segera bisa diselesaikan. Sehingga pembangunannya dapat segera dilanjutkan. ‘’Masalah pembebasan lahan yang belum clear harus segera diselesaikan,’’ tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang, Iswar Aminuddin mengakui pembangunan Kampung Bahari di Tambaklorok memang ada kendala pembebasan lahan. Pihaknya sudah menempuh langkah konsinyasi untuk menyelesaikan masalah pembebasan tersebut.

‘’Masih ada beberapa bidang tanah yang tidak bisa dilakukan pembayaran langsung. Kami pun sudah berupaya dengan menempuh jalur konsinyasi. Sudah kami titipkan ganti ruginya ke pengadilan,’’ jelasnya. (duh)


Artikel yang berjudul “Proses Pembangunan Kampung Bahari Dinilai Lambat – Kilasbaca.com” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

No comments:

Powered by Blogger.