17 Pasar Tradisional Belum Direvitalisasi, Pemkot Janji 2021 Tuntas – Kilasbaca.com

 

Kepala Dinas Perdagangan Kota Fajar Purwoto. Foto: metrojateng.com/Masrukhin Abduh

SEMARANG – Dinas Perdagangan Kota Semarang memastikan sepanjang 2019 ini tidak ada pembangunan atau revitalisasi pasar tradisional. Saat ini total sudah ada 19 pasar yang telah selesai direvitalisasi oleh Pemkot Semarang, dalam hal ini Dinas Perdagangan, dari 52 pasar tradisional di Kota Semarang.

‘’Jadi, 2019 ini kami memang tidak ada rencana pembangunan atau revitalisasi pasar. Kami fokus pada program untuk proses pembongkaran PKL Banjirkanal Timur dan penataan Blok C Pasar Johar,’’ kata Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, FaJar Purwoto, Rabu (13/3/2019).

Menurutnya, tahun 2020, baru kembali akan dilanjutkan program revitalisasi dengan rencana merevitalisasi Pasar Damar Banyumanik dan Pasar Ngaliyan. Saat ini sebanyak 17 pasar yang belum direvitalisasi akan diselesaikan semuanya hingga tahun 2021 mendatang.

Ditambahkan, bahwa untuk anggaran revitalisasi pasar tradisional yang belum terealisasi itu, akan dicarikan dari beberapa sumber pendanaan. Tak hanya APBD, tapi pihaknya juga akan mengajukan anggaran ke pemerintah pusat melalui dana alokasi khusus (DAK) dan dana bantuan tugas pembangunan (BTP).

‘’Kami berharap tahun 2021 nanti semua pasar yang ada di Kota Semarang bisa direvitalisasi semua,’’ tegasnya.

Sementara terkait banyaknya keluhan masyarakat tentang perencanaan pembangunan pasar tradisional yang dinilai tidak memperhitungkan kebutuhan pedagang, pihaknya mengaku sudah komunikasi dengan pedagang.

Idealnya, kata dia, pembangunan pasar tradisional di Kota Semarang memang harus dibangun dua lantai. Hal itu karena mempertimbangkan ketersediaan lahan dan jumlah pedagang yang ada.

‘’Kecuali Pasar Wonodri, memang kami bangun dengan tiga lantai karena lahan di sana sangat sempit dan jumlah pedagangnya banyak. Agar semua pedagang terakomodasi,” katanya.

Sementara Tutik, pedagang yang ditemui di Pasar Karangayu beberapa hari lalu berharap, konsep pembangunan pasar tradisonal agar mempertimbangkan kebutuhan pedagang dan pelanggan. Sehingga pasar baru yang dibangun, tidak malah menjadi persoalan baru bagi pedagang.

‘’Kami berharap pembangunan tak harus tiga lantai, tapi bisa mengakomodir kebutuhan pedagang. Pembangunan yang ada saat ini sudah bagus, tapi beberapa di antaranya malah membuat pasar menjadi sepi karena banyak pedagang yang enggan menempati kios,’’ katanya. (duh)

 


Artikel yang berjudul “17 Pasar Tradisional Belum Direvitalisasi, Pemkot Janji 2021 Tuntas – Kilasbaca.com” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

No comments:

Powered by Blogger.