Ada Pihak Ingin ‘Menggoyang’ Negara? Ini Kata Hendi di Hadapan Warga NU – Kilasbaca.com

Ribuan muslimin dan muslimat NU hadir saat kegiatan Harlah NU ke-96 yang digelar di Jalan Pemuda Kota Semarang. (istimewa)

 

SEMARANG – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengapresiasi warga Semarang yang dinilai tidak terpengaruh oleh aksi-aksi yang mencoba ingin mengganggu kondusivitas dan keamanan kota ini. Dia juga mengajak warganya untuk tetap selalu tawadhu’ kepada ulama.

‘’Alhamdulillah kondusivitas terus terjaga baik, meskipun kemarin ada yang coba ‘utak-atik’, tapi semua sedulur-sedulur (saudara-saudara) tidak bergeming sama sekali dan siap menjaga keguyuban,’’ seru Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi di hadapan kurang lebih 50 ribu warga muslimin dan muslimat NU dalam acara Peringatan Hari Lahir NU ke-96 di Jalan Pemuda Semarang, Minggu (24/3/2019).

‘’Siapa yang tawadhu’ bersama pak kiai ? pekik Wali Kota Semarang yang akrab disapa Hendi tersebut disambut gemuruh warga yang hadir.

KH Said Aqil Siradj sendiri hadir dalam kesempatan tersebut. Acara tersebut diisi dengan kegiatan Jalan Sehat, setelah sebelumnya para peserta mengikuti sholat subuh berjamaah di Masjid Al Kusuf kompleks Balai Kota Semarang.

Hendi menambahkan, NU sudah turut berjuang sejak Indonesia belum merdeka, hingga sekarang ketika ada pihak-pihak tertentu yang ingin mengganti dasar negara Pancasila di Indonesia.

“Pada waktu memerdekakan Indonesia, sejarah mencatat ada KH. Hasyim Asy’ari, kemudian ketika ada yang berusaha menggoyang-goyang negara ini dengan niat mengganti dasar negara, NU berdiri paling depan dalam mempertahankan Pancasila sebagai dasar negara dan NKRI,” puji Wali Kota Semarang tersebut.

Senada, KH Said Aqil Siradj mengatakan NU dengan tegas menginginkan NKRI yang berdasar Pancasila, tidak memandang perbedaan agama sebagai sumber perpecahan. Beliau mencontohkan keputusan-keputusan yang diambil saat Musyawarah NU yang mencerminkan hal tersebut.

“Ketika Gus Dur terpilih menjadi ketua NU Situbondo antara lain keputusannya adalah menghentikan permusuhan antara Islam dan non Islam. Kemudian NU menerima asas tunggal Pancasila tidak ada mimpi-mimpi yang lain, tidak boleh mengganti dasar Pancasila, tidak boleh diperdebatkan, yang boleh didalami,” tegasnya.

Terakhir, KH. Said Aqil Siradj berpesan kepada warga NU Kota Semarang untuk mencintai Kota Semarang, dan menjaga agar tidak ada lagi aksi kendaraan yang dibakar. (duh)

 


Artikel yang berjudul “Ada Pihak Ingin ‘Menggoyang’ Negara? Ini Kata Hendi di Hadapan Warga NU – Kilasbaca.com” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

No comments:

Powered by Blogger.