Adaptasi Cuaca Ekstrem, Petani Ikut Sekolah Iklim BMKG – Kilasbaca.com

Para petani saat ikut sekolah iklim di Temanggung. (istimewa)

 

TEMANGGUNG – Para petani Desa Tegalsari, Kecamatan Kedu, Kabupaten Temanggung sedang berupaya menggenjot keterampilan mereka dalam menanam padi dengan ikut serta dalam kegiatan sekolah lapangan iklim yang diselenggarakan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I BMKG Kota Semarang, Tuban Wiyoso mengatakan ingin meningkatkan kemampuan adaptasi para petani setempat dalam menghadapi cuaca ekstrem yang kerap terjadi saat ini.

Dijelaskannya, sekolah lapangan iklim bisa meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam memanfaatkan informasi iklim di wilayah masing-masing. Sehingga dampak dari cuaca ekstrem bisa teratasi dengan baik.

“Kami ingin menyosialisasikan  pentingnya informasi iklim alam mendukung kegiatan para petani. Ini juga merupakan cara BMKG sebagai  penyedia informasi dan petani sebagai pengguna terakhir berinteraksi melalui PPL,” katanya, Selasa (12/3/2019).

Dari beberapa kegiatan sekolah lapangan iklim yang telah dilaksanakan selama satu musim tanam, ia mengklaim ada peningkatan produksi padi sebesar 30 persen ketimbang kondisi normal.

Tuban mengatakan, para petani harus berperan untuk mengembangkan pengetahuannya. Selain itu, pengetahuan petani dipadukan dengan  informasi yang diperoleh dari pemandu, dalam rangka mengantisipasi dampak dari iklim ekstrem. Ia berharap petani nantinya bisa mempraktekan kegiatan di masing-masing kelompok.

Selain itu, lanjutnya, petani juga bisa memanfaatkan informasi iklim dan musim dalam menunjang pola tanam. “Dengan SLI kami tingkatkan kemampuan petani dalam mengantisipasi iklim ekstrim untuk mendukung ketahanan pangan,” bebernya. (far)

 


Artikel yang berjudul “Adaptasi Cuaca Ekstrem, Petani Ikut Sekolah Iklim BMKG – Kilasbaca.com” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

No comments:

Powered by Blogger.