Empat Pemain PSIS Terancam Absen Lawan PSM – Kilasbaca.com

MAGELANG – PSIS Semarang terancam kehilangan empat pemain saat menjalani laga terakhir Grup C Piala Presiden melawan PSM Makassar. Padahal pelatih Jafri Sastra sudah pasti tidak bisa memainkan Safrudin Tahar dan Arthur Bonai yang harus absen dengan alasan berbeda.

Safrudin Tahar dipastikan absen lawan PSM Makassar. Foto: metrojateng.com

PSIS akan melakoni duel hidup mati kontra PSM di Stadion Moch Soebroto Magelang, Sabtu (16/3). Hari Nur Yulianto dkk wajib memenangi pertandingan jika ingin menjaga kans lolos ke perempat final.

Kemenangan atas Kalteng Putra akhir pekan kemarin harus dibayar mahal. Tiga pemain terkapar cedera usai pertandingan. Mereka adalah Komarudin, Fauzan Fajri dan Muhamad Yunus.

Bek sayap Safrudin Tahar juga diganjar kartu merah dan dipastikan absen lawan PSM. Sebelumnya armada Mahesa Jenar sudah ditinggal Arthur Bonai yang mengikuti pemusatan latihan Timnas.

Cederanya tiga pemain di atas tentu saja cukup memusingkan Jafri Sastra. Mereka menyusul Tegar Infantrie yang lebih dulu masuk ruang perawatan karena cedera hamstring.

“Ada beberapa pemain yang mengalami cedera usai pertandingan melawan Kalteng Putra, yakni Komarudin, Fauzan Fajri dan Yunus. Fantrie juga belum pulih. Kami akan lihat kesiapan mereka sampai latihan terakhir,” kata Jafri Sastra usai memimpin latihan di Stadion Gemilang, Selasa (12/3/2019).

Gelandang senior M Yunus mengalami cedera tangan setelah bertabrakan dengan pemain Kalteng Putra, I Gede Sukadana. “Yunus harus dirongent untuk mengetahui kondisi cederanya,” imbuh Jafri.

Pelatih 53 tahun itu masih merahasiakan pemain yang disiapkan untuk mengisi posisi yang ditinggalkan Safrudin Tahar. Di pos bek sayap, PSIS setidaknya masih punya Soni Setiawan, Fauzan Jamal, Kelvin Woppi dan Ganjar Mukti.

“Tunggu saja sampai latihan terakhir sebelum pertandingan, siapa saja yang siap dimainkan,” Jafri menegaskan. (twy)


Artikel yang berjudul “Empat Pemain PSIS Terancam Absen Lawan PSM – Kilasbaca.com” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

No comments:

Powered by Blogger.