Kecolongan WNA Masuk DPT, Bawaslu Tuding KPU Ceroboh – Kilasbaca.com

Ilustrasi. Penyortiran surat suara. (metrojateng.com)

SEMARANG – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Tengah mensinyalir petugas Komisi Pemilihan Umum ceroboh dan teledor saat melakukan proses coklit untuk daftar pemilih tetap (DPT) Pemilu 2019.

Menurut Koordinator Divisi Pencegahan Bawaslu Jawa Tengah, Anik Sholikatun, pada proses coklit, KPU telah lalai memasukan data Warga Negara Asing (WNA) ke dalam DPT Pemilu.

“Karena pada saat tahapan pencocokan penelitian (coklit) yang dilakukan KPU kemarin memang masih ada daftar WNA. Mereka sudah lalai. Makanya, kami minta agar DPT KPU tetap dipelihara karena mereka punya tugas melakukan pemutahiran data sebelum coblosan,” kata Anik kepada metrojateng.com, Sabtu (9/3/2019).

Ia juga mendesak kepada KPU untuk tetap mencermati jumlah DPT yang telah ditetapkan sejak 12 Desember 2018 kemarin. Pemilih yang tak memenuhi syarat, katanya harus tetap dicoret. Termasuk pemilih yang sudah meninggal dunia, beralih profesi menjadi anggota polisi maupun tentara serta yang sudah pindah domisili ke propinsi lainnya.

Pencermatan DPT Pemilu ini, menurutnya sangat penting dikerjakan untuk memantapkan proses pengiriman logistik dari KPU RI.

Setelah itu, pihaknya meminta pemeliharaan daftar pemilih di tiap TPS untuk selalu dijaga dengan baik.

“Itu untuk memastikan surat undangan jangan sampai diberikan kepada pemilih yang tidak memenuhi syarat. Agar tidak disalahgunakan. Kita harus fokus mengawasi distribusi surat undangan yang dikirim ke sejumlah daerah,” ujar Anik. (far)


Artikel yang berjudul “Kecolongan WNA Masuk DPT, Bawaslu Tuding KPU Ceroboh – Kilasbaca.com” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

No comments:

Powered by Blogger.