Peneliti INDEF: Impor Bawang Putih Bikin Persaingan Usaha Tak Sehat – Kilasbaca.com

Ilustrasi. Petani bawang putih sedang beraktivitas merawat tanamannya. (istimewa)

 

SEMARANG –  Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Sugiyono Madelan menilai kebijakan pemerintah yang mengistimewakan Bulog untuk melakukan impor bawang putih, berpotensi melanggar persaingan usaha. Pasalnya, mengimpor bawang putih tanpa kewajiban menanam 5 persen dari total volume impor bakal menimbulkan rente ekonomi semakin besar dan hanya menguntungkan segelintir oknum.

“Bawang putih itu apa harus semua diurusi pemerintah? Saya justru curiga kalau itu dilakukan pemerintah hanya motif rente-rente ekonomi,” cetusnya, Minggu (24/3/2019).

Sugiyono mengaku tidak setuju akan diskresi terhadap Bulog. Karena adanya perlakuan istimewa terhadap BUMN membuat persaingan usaha menjadi rusak. Apabila BUMN semacam Bulog juga diberi perlakuan spesial, produk yang bagus dari luar akan terhambat untuk masuk ke dalam negeri.

Hambatan ini lantaran jatah untuk swasta bersaing menjadi berkurang. Sebaliknya, ini bisa menguntungkan pihak tertentu, jika Bulog menunjuk pihak lain sebagai perpanjangan tangan. “Nanti kan swasta yang tidak leluasa mendapatkan impor kan belinya juga dari Bulog. Termasuk yang dulu- dulu kan juga begitu,” kata akademisi Universitas Mercubuana tersebut.

Sugiyono pun mengingatkan diskresi kepada Bulog ini sangat bisa mendapatkan protes keras dari dunia internasional. Seperti yang dilakukan World Trade Organization saat protes keras sehingga ujungnya Bulog hanya ditugasi mengurusi komoditas- komoditas penting macam beras dan gula.

Sedangkan, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Hariyadi Sukamdani mengingatkan bahwa penugasan kepada Bulog jangan sampai membuat monopoli terhadap impor bawang putih. Swasta juga mesti mendapat kesempatan yang serupa dan adil. “Supaya harga itu juga bisa kompetitif,” bebernya.

Tapi ia menyayangkan bila swasta dihambat dalam impor bawang putih. Mengingat RIPH untuk impor bawang putih oleh swasta banyak yang belum keluar. Tidak hanya untuk bawang putih, ia melihat adanya kesan yang sama terhadap cara Kementerian Pertanian (Kementan) mengeluarkan izin impor bagi komoditas lain.

“Selalu begitu. Jagung juga begitu,” keluhnya.

Ketua Apindo Anton J Supit menuturkan seharusnya tidak semua kebijakan yang strategis diberikan kepada BUMN. Karena jika peran swasta dikecilkan akan mempengaruhi sistem perekonomian bangsa. “Semestinya kita harus melihat bahwa tidak semua harus dilakukan oleh BUMN. Swasta harus diberikan peran juga. Kalau perlu dilelang saja, siapa yang paling mampu, paling murah, paling cepat, dan paling berkualitas,” kata Anton. (far)


Artikel yang berjudul “Peneliti INDEF: Impor Bawang Putih Bikin Persaingan Usaha Tak Sehat – Kilasbaca.com” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

No comments:

Powered by Blogger.