Pengamat Puji Kartu Pra-Kerja Jokowi dan Anggap Gagasan Prabowo Tak Sentuh Bumi

Pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Adi Prayitno meminta kubu Prabowo Subianto – Sandiaga Uno membalas program Joko Widodo soal Kartu Prakerja dengan gagasan yang setimpal.

Menurut Adi, kubu Prabowo sejauh ini hanya mengejek program Jokowi tersebut, sampai lupa menawarkan gagasan sendiri.

“Menurut saya, kalau program kerja ini dianggap enggak realistis mestinya dijawab dengan program kerja yang menurut 02 realistis,” kata Adi saat dihubungi, Sabtu (9/3).

Pernyataan Adi ini menyikapi kritik dari sejumlah kalangan perihal mustahilnya program ini diterapkan.

Seperti politikus PKS Fahri Hamzah misalnya, menyebut Kartu Prakerja ini tidak masuk akal karena tidak ada dana untuk untuk membiayai program ini.

Di samping itu, Waketum Gerindra Fadli Zon bahkan menyebut Kartu Prakerja ini impian kosong, politis, dan norak.

Adi menyarankan kepada pendukung Prabowo – Sandi untuk menjawab Kartu Prakerja dengan program serupa yang dianggap lebih masuk akal untuk memfasilitasi kelompok lulusan SMA dan SMK dalam mengakses pekerjaan.

“Bukan hanya mengatakan itu program tidak rasional, enggak ada dananya, kemudian dilaporin ke Bawaslu. Ini kan menurut saya cara-cara yang ingin menyederhanakan sesuatu dengan lapor melapor. Mestinya Ini dilawan dengan program lain yang rasional,” jelas Adi.

Dia juga mengkritisi cara-cara paslon Prabowo – Sandi memberikan solusi permasalahan, yang hanya terfokus pada 100 hari kerja.

Kubu Prabowo Sebaiknya Lakukan Ini

Menurut Adi, dalam menjawab program kerja petahana idealnya kubu penantang bisa menyuguhkan gagasan yang lebih brilian dan

rasional dalam mempermudah akses pendidikan, mengatasi lonjakan calon-calon tenaga kerja, dan mahalnya harga-harga bahan pokok.

Kendati demikian, Adi sepakat dengan pendapat yang mengatakan pendanaan dari program ini tetap harus dipikirkan secara matang dan terukur.

“Isu dari mana (uangnya) itu memang perlu dijawab. Apakah akan diambil dari pengetatan dana badan dan kementerian, pajak, atau nambah utang, itu enggak soal selama itu untuk kebaikan rakyat miskin. Selama itu untuk kebaikan anak-anak muda, supaya bisa memilki pekerjaan. Jangan sampai sirkulasi keuangan ini hanya berkutat pada kelompok-kelompok menengah tertentu,” beber Adi.

Walaupun belum dapat dipastikan pendanaannya, tetapi yang dikatakan pengamat politik Ada Prayitno tersebut memang suatu bukti bahwa kubu Prabowo hanyalah sekelompok tukang protes yang tidak memiliki kapabilitas untuk menyajikan program tandingan.

No comments:

Powered by Blogger.