Rico Pernah Ditangkap Tapi Lolos dari Jerat Hukum – Kilasbaca.com

Tersangka Rico dan Dimas saat berada di Mapolrestabes Semarang. (metrojateng.com/ahmad khoirul asyhar)

 

SEMARANG – Seorang mahasiswa bernama Rico Geger P (23), warga Sekayu, Semarang Tengah, telah menjadi target operasi polisi sejak lama. Ia juga dikenal sebagai pengedar narkoba yang cukup licin lantaran sempat lolos dari proses hukum. Namun dalam penindakan hari Selasa (5/3/2019) lalu ia tidak dapat lagi berkilah dari petugas Satresnarkoba Polrestabes Semarang.

“Tersangka Rico ini sudah pernah ditangkap oleh Satresnarkoba Polrestabes Semarang pada bulan Desember 2018 lalu. Namun saat itu tidak ditemukan barang bukti narkoba sehingga dilepaskan,” kata Wakapolrestabes Semarang AKBP Enrico Silalahi saat memberikan keterangan di Mapolrestabes Semarang, Selasa (12/3/2019).

Meski sempat ditangkap polisi, Rico sepertinya belum jera hingga akhirnya polisi kembali menangkapnya saat mengirim paket sabu ke alamat di Jalan Seroja, Semarang Tengah. Terkait penangkapan kedua tersebut Rico tidak dapat berkilah lagi lantaran polisi menemukan barang bukti sabu seberat total 2 gram.

“Tersangka ini terus kami amati. Begitu ada informasi yang bersangkutan mengirim paket sabu, langsung ditangkap pada tanggal 5 Maret 2019 lalu. Statusnya pengedar dibantu satu rekannya (Dimas),” terang Enrico didampingi oleh Kasat Resnarkoba Polrestabes Semarang AKBP Bambang Yugo.

Tertangkapnya Rico yang masih terdaftar sebagai salah seorang mahasiswa di kampus ternama di Semarang juga memberikan gambaran bahwa peredaran gelap narkoba sudah merambah ke kalangan pelajar dan mahasiswa. Tidak hanya sebagai pengguna tetapi juga pengedar.

“Tersangka ini meskipun mahasiswa, mengedarkan sabu di luar kampus. Namun masih kami dalami lagi. Ini juga menjadi keprihatinan karena mahasiswa sudah menjadi pengedar,” jelas Enrico.

Seperti diberitakan sebelumnya, Rico Geger P (23) ditangkap bersama rekan semasa SMA-nya yang bernama M Dimas (24). Keduanya merupakan jaringan pengedar yang sudah dua bulan terakhir menjadi target operasi polisi. Rico ditangkap saat mengirim barang di Jalan Seroja sedangkan M Dimas ditangkap di rumahnya. Barang bukti yang disita polisi dari dua tersangka tersebut adalah paket sabu seberat total 2 gram, timbangan digital, plastik klip kosong, bong, uang tunai, dan ponsel.

Tersangka Rico mendapat pasokan sabu dari seseorang bernama Anton yang saat ini masih buron. Perannya adalah membagi paket besar dari Anton ke dalam paket kecil untuk kemudian diantar ke alamat uang diberikan Anton. Untuk melancarkan aksi ia juga mengajak Dimas.

“Biasanya diberi satu kantong berisi 5 gram sabu dan tambahan 2,5 gram untuk dipakai sendiri. Terus dipecah-pecah menjadi sekitar 11 paket kecil. Setelah itu meletakkan di alamat yang diberikan Anton,” ujar tersangka Rico.

Dimas mengaku menjadi pengedar karena diajak oleh Rico. Sebelumnya Dimas bekerja di Jakarta sebagai kernet truk. “Sekarang pengangguran, dulu sempat kerja di Jakarta sebagai kernet truk,” terangnya.

Kedua tersangka saat ini masih berada di Mapolrestabes Semarang untuk pemeriksaan lebih lanjut. Keduanya dijerat dengan Pasal 112 dan 114 UU RI nomor 35 tentang narkotika. Ancaman hukumannya minimal lima tahun penjara. (aka)

 


Artikel yang berjudul “Rico Pernah Ditangkap Tapi Lolos dari Jerat Hukum – Kilasbaca.com” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

No comments:

Powered by Blogger.