Tekan Angka Putus Sekolah, Hendi Siap Gratiskan Sekolah Swasta – Kilasbaca.com

Wali Kota Hendi saat berkunjung di SMP Negeri 10 Kota Semarang di Jalan Menteri Supeno, Kamis (14/3/2019). (istimewa)

 

SEMARANG – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi meminta semua insan pendidikan di Kota Semarang tidak mengendorkan semangatnya untuk membentuk generasi emas. Salah satunya dengan berupaya terus menjadikan sekolah sebagai rumah kedua yang nyaman bagi siswa – siswi.

Hal itu disampaikannya saat mendatangi SMP Negeri 10 Kota Semarang di Jalan Menteri Supeno, Kamis (14/3/2019). Wali Kota yang akrab disapa Hendi ini menjelaskan, bahwa Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada tahun 2015 angka putus sekolah di Kota Semarang pada jenjang SMP termasuk cukup tinggi, sebesar 18,42 persen.

Angka tersebut jauh lebih tinggi bila dibandingkan dengan angka putus sekolah di Kota Surakata /Solo pada jenjang SMP di tahun yang sama, yaitu hanya berada pada angka 5,27 persen.

Melihat hal tersebut, pihaknya kemudian menjadikan program pembangunan pendidikan menjadi salah satu prioritasnya. Mulai dari program pendidikan SD dan SMP Gratis, pembangunan fisik fasilitas pendidikan, hingga peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik di Kota Semarang menjadi bagian dari program pembangunan pendidikan yang diupayakannya.

Menurutnya, hasilnya, angka putus sekolah di Kota Semarang pada jenjang SMP di tahun 2017 menurun drastis menjadi 6,81 persen. Angka putus sekolah anak SMP di Kota Semarang itu bahkan menjadi lebih rendah dibandingkan Kota Surakarta yang justru meningkat menjadi 13,97 persen.

Terkait capaian positif tersebut, karenanya Wali Kota Hendi yang juga Politisi PDI Perjuangan ini meminta untuk semua insan pendidikan tak lantas mengendorkan semangatnya untuk membentuk generasi emas Kota Semarang.

Dia juga mendorong agar sekolah – sekolah di Kota Semarang dapat menjadi tempat bagi para siswa melakukan aktualisasi diri. ‘’Saat ini sekolah tidak hanya menjadi tempat mencari ilmu, tetapi juga harus menjadi rumah kedua yang memberi kenyamanan bagi para siswa,’’ ungkap Hendi.

Selain itu, sekolah juga diharapkan membuka akses untuk para siswa dapat menunjukkan kreativitasnya kepada masyarakat. Misalnya dengan membuka akses agar dunia luar melihat berbagai karya seni, budaya, atau penelitian yang dihasilkan oleh para siswa.

Hendi menambahkan, untuk meningkatkan kenyamanan agar setiap siswa dapat semangat dalam menempuh pendidikan formal, pihaknya juga berkomitmen untuk dapat memulai program sekolah swasta gratis sesegera mungkin di Kota Semarang. Melalui program tersebut diharapkan angka putus sekolah di Kota Semarang dapat semakin ditekan dengan memperbanyak sekolah gratis.

‘’Saat ini kami telah sampai pada tahap menawarkan kepada sekolah – sekolah di Kota Semarang untuk dapat ikut terlibat dalam program tersebut. Ada beberapa yang menolak, tapi semuanya akan kami inventarisasi dulu,’’ terang Hendi.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Gunawan Saptogiri menyakinkan jika program sekolah swasta gratis di Kota Semarang ditargetkan mulai berjalan di tahun ajaran baru 2020. ‘’Ada SD dan SMP swasta di Kota Semarang yang sudah setuju untuk digratiskan, kami upayakan di 2020 berjalan,’’ katanya.

Sementara Kepala Sekolah SMP Negeri 10 Kota Semarang, Erwan Rohmat mengatakan, pihaknya terus berupaya menjadikan lingkungan sekolahnya menjadi ramah bagi anak dan bebas dari bullying. Hal itu dalam rangka meningkatkan kenyamanan siswa – siswi bersekolah.

‘’Sebelumnya kita juga telah melakukan deklarasi anti kekerasan bersama seluruh sisw. Kami juga mengoptimalkan sisi positif minat bakat siswa melalui kegiatan ekstrakurikuler sehingga, siswa terdorong lebih aktif dan fokus mengejar mimpi mereka,’’ ungkapnya. (duh)

 

 


Artikel yang berjudul “Tekan Angka Putus Sekolah, Hendi Siap Gratiskan Sekolah Swasta – Kilasbaca.com” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

No comments:

Powered by Blogger.