Tembakan Pistol Dilepaskan dari Lubang Tembok Kamar – Kilasbaca.com

Tersangka Ardy saat menjalani rekonstruksi kasus pencurian disertai penyanderaan anak di Jalan Gedung Batu Utara RT 09 RW 05, Ngemplak Simongan, Semarang Barat. (metrojateng.com/ahmad khoirul asyhar)

 

SEMARANG – Tersangka pencurian dompet disertai penyanderaan anak menjalani rekonstruksi kejadian di lokasi, Jalan Gedung Batu Utara RT 09 RW 05, Kelurahan Ngemplak Simongan, Kecamatan Semarang Barat, Rabu (20/3/2019). Tersangka bernama Ardy Nurcahyo (26) menjalani 23 adegan selama rekonstruksi. Penyanderaan anak terjadi pada adegan 13.

Ardy yang merupakan residivis kasus pencurian tersebut tiba di lokasi sekitar pukul 10.00. Ia didampingi pengacara langsung menuju lokasi pertama yakni rumah Dodo (54). Di lokasi tersebut tersangka berusaha mencuri sepeda motor tetapi diketahui warga. Tersangka kemudian lari ke arah Barat dan masuk ke rumah Suhardono melalui pintu samping.

Adegan selanjutnya tersangka Ardy mengambil sebuah Mandau di rumah Suhardono. Begitu mendapat Mandau, tersangka keluar dari pintu belakang sebelah Timur dan masuk ke rumah Dewi. Di rumah Dewi tersangka sempat saling dorong dengan pemilik rumah yang berteriak maling. Tersangka kabur keluar dan kembali masuk ke dalam rumah Suhardono.

Kesempatan kedua itu tersangka Ardy masuk ke sebuah kamar dan mengacak-acak almari untuk mencari barang berharga. Tersangka menemukan dompet berisi uang. Saat akan keluar kamar, Suhardono memergoki dan tersangka terus sembunyi di dalam kamar bersama dua anak Suhardono. Saat itulah tersangka sempat menyandera dan mengancam anak bernama Zalfa Sheva menggunakan Mandau.

Sempat ada negosiasi antara tersangka dan Suhardono tetapi tersangka justru mengancam. Kejadian itu dilaporkan ke polisi. Tersangka akhirnya dilumpuhkan dengan tembakan pistol elektrik yang dilepaskan dari lubang di tembok kamar.

“Menyandera karena kepepet. Sudah dikepung banyak orang. Waktu kena tembakan rasanya sakit, saya langsung lemas,” ujar tersangka Ardy di lokasi.

Sementara itu, Kapolsek Semarang Barat Kompol Donny Eko Listianto melalui Kanit Reskrim AKP Sutarno mengatakan rekonstruksi tersebut dilakukan untuk melengkapi berkas perkara. Selain itu juga untuk mendapatkan gambaran secara detail terkait peristiwa yang terjadi saat itu.

“Rekonstruksi ini biar jelas. Kasusnya memang pencurian, tetapi tersangka ini termasuk residivis. Sudah beberapa kali ditangkap, pertama tahun 2012 tersangka ditangkap karena membobol ATM di Kelud, kemudian tahun 2014 mencuri di Indomaret daerah Semarang Barat,” katanya.

Terkait peristiwa di Gedung Batu, Sutarno menjelaskan ada dua aksi. Pertama percobaan pencurian sepeda motor, kedua mencuri dompet berisi uang Rp 130 ribu. “Saat mencuri dompet itu juga sempat ada upaya penyanderaan anak. Hal itu juga yang menjadi pertimbangan untuk dilakukan rekonstruksi. Untuk pasal yang disangkakan adalah Pasal 363 KUHP tentang pencurian. Kalau penyanderaannya belum,” pungkasnya. (aka)

 


Artikel yang berjudul “Tembakan Pistol Dilepaskan dari Lubang Tembok Kamar – Kilasbaca.com” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

No comments:

Powered by Blogger.