Terdampak Banjir, Pertamina Pastikan Kelancaran Penyaluran BBM dan LPG di Klaten – Kilasbaca.com

Untuk penyaluran LPG di Kabupaten Klaten, Pertamina memiliki 13 agen dan 1.301 pangkalan yang siap melayani kebutuhan masyarakat

SEMARANG – PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region IV wilayah Jawa Tengah dan DI Yogyakarta memastikan kelancaran penyaluran BBM dan LPG di daerah yang terdampak bencana banjir di Kabupaten Klaten. Melalui SPBU No 44.574.22 di Kecamatan Cawas, Pertamina menyiapkan sebanyak 41 Kiloliter produk Pertalite, 16 Kiloliter Pertamax dan 16 Kiloliter Biosolar untuk memenuhi kebutuhan BBM masyarakat.

Pelayanan di SPBU 44.574.22 di Kecamatan Cawas Klaten tetap berjalan meskipun daerah tersebut terdampak bencana banjir. Foto: metrojateng.com/dok Istimewa

Sedangkan, untuk penyaluran LPG di Kabupaten Klaten, Pertamina memiliki 13 agen dan 1.301 pangkalan yang siap melayani kebutuhan masyarakat dengan penyaluran rata-rata sebanyak 38.707 tabung LPG 3kg setiap harinya.

“Sarana dan fasilitas Pertamina di wilayah Klaten tidak terdampak bencana banjir, sehingga kami dapat secara optimal. Pemenuhan kebutuhan BBM berasal dari Terminal BBM Boyolali sedangkan untuk LPG kami terus memonitor ke-13 agen di Kabupaten Klaten untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di sana,” ungkap Unit Manager Communication & CSR Pertamina MOR IV, Andar Titi Lestari, Jumat (8/3/2019).

Pertamina juga terus berkoordinasi dengan aparat dan pemerintah setempat untuk mengawasi penyaluran BBM dan LPG di wilayah Kabupaten Klaten.

“Kami berharap seluruh pihak dapat membantu kami untuk memastikan penyaluran BBM dan LPG khususnya bagi para korban bencana banjir. Bagi masyarakat yang membutuhkan informasi atau ingin memberikan masukan kepada Pertamina, dapat menghubungi kontak Pertamina 1-500-000, kami akan senantiasa membantu kebutuhan masyarakat,” tandas Andar. (ang)


Artikel yang berjudul “Terdampak Banjir, Pertamina Pastikan Kelancaran Penyaluran BBM dan LPG di Klaten – Kilasbaca.com” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

No comments:

Powered by Blogger.