Warga Tolak Sandi Berkampanye di Banyuwangi

Cawapres Sandiaga Uno mendapat penghadangan dari pihak yang diduga relawan Joko Widodo (Jokowi) saat berkunjung ke Banyuwangi. Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin ragu penghadangan dilakukan relawannya.

“Penghadangan bukan karakter pendukung Jokowi-Kiai Ma’ruf, kami selalu meyakinkan bahwa relawan Jokowi harus menjadi sahabat semua warga, tapi apa benar yang melakukan penolakan itu relawan Jokowi?” ujar Wakil Direktur Kampanye TKN Jokowi-Ma’ruf, Daniel Johan, kepada wartawan, Selasa (19/3/2019).

Daniel menegaskan penghadangan bukanlah karakter relawan Jokowi-Ma’ruf. Apalagi, selama ini pihaknya selalu mengimbau para relawan menjadi sahabat bagi semua pihak.

“Mungkin itu reaksi spontanitas warga saja, yang kebetulan pendukung fanatik Pak Jokowi-Kiai Ma’ruf,” katanya.

Politikus PKB itu pun meminta semua pihak bersama-sama menjaga suasana kondusif saat kampanye. Dengan begitu, pesta demokrasi yang digelar lima tahun sekali ini akan berjalan aman dan lancar serta damai.

“Untuk bersahabat dan tetap menjaga silahturahmi, siapa pun yang datang jangan sampai ada penghadangan, apalagi masyarakat pendukung 01 sudah solid sehingga tidak terpengaruhi oleh calon lainnya, mari kita bersama-sama menjaga kondusifitas saat kampanye agar proses demokrasi hingga 17 April mendatang tetap berjalan aman, lancar, dan tertib,” tutur Daniel.

Diberitakan sebelumnya, Sandiaga mendapat penghadangan dan penolakan saat akan bertemu dengan pendukungnya di Pasar dan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Muncar. Dengan terpaksa, aktivitas kampanye Sandiaga dilakukan di Posko Pemenangan pasangan capres dan cawapres nomor urut 02 di Kecamatan Muncar.

No comments:

Powered by Blogger.