143 Penghuni Lapas Bulu Gunakan Hak Suara, Didominasi Napi Narkoba – Kilasbaca.com

SEMARANG – Sebanyak 143 penghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Wanita Kelas II A Semarang atau Lapas Bulu menggunakan hak suaranya di dua Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang berada di kawasan Lapas. Jumlah tersebut kurang dari separuh dari total keseluruhan penghuni yang berjumlah 343 penghuni lapas.

 

Sejumlah warga binaan Lapas Wanita, Bulu, Semarang turut menggubakan hak suaranya dalam Pemilu 2019, Rabu (17/4/2019). (Foto: Efendi/metrojateng.com)

 

Sebelumnya, pihak Lapas Bulu telah mengajukan semua nama napi, warga binaan dan tahanan yang ada di Lapas Bulu untuk didaftarkan sebagai Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) dalam Pemilu 2019. Namun verifikasi dari KPU hanya mampu menyaring 143.

Beberapa kendala yang dialami ketika mengajukan nama ke KPU dikarenakan mereka belum memiliki e-KTP atau tidak terekam di Dinas Kependudukan masing-masing.

Kasi Pembinaan Narapidana dan Anak Didik (Binadik) Lapas Wanita Kelas II A Semarang mengatakan, pihaknya telah melakukan sosialisasi terkait Pemilu serentak dengan menggadeng Komisi Pemilihan Umum (KPU) di lingkungan Lapas. Hal itu dikarenakan para narapidana tidak hanya memilih calon presiden dan wakilnya, melainkan juga memilih DPR RI, DPRD tingkat Provinsi, DPRD tingkat kota dan DPD.

“Kalau pemilihan presiden dan wakil presiden semuanya saya rasa lebih mudah karena sudah jelas pilihannya dua pasangan calon dan ada fotonya. Tapi kalau anggota dewan yang jumlahnya banyak, para pengguni lapas ini pastinya harus membaca daftar namanya dulu. Itu yang membuat proses ini menjadi lumayan lama,” ungkapnya.

Dia menyebutkan, DPTb yang menggunakan hak pilihnya di Lapas Bulu adalah narapidana kasus narkoba. Sedangkan terpidana kasus suap Wali Kota Tegal, Siti Masitha yang dulu sempat ditahan di Lapas Bulu sudah tidak berada di Lapas Bulu karena dipindahkan sejak putusan pengadilan. (ade)

 

 


Artikel yang berjudul “143 Penghuni Lapas Bulu Gunakan Hak Suara, Didominasi Napi Narkoba – Kilasbaca.com” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

No comments:

Powered by Blogger.