Bapenda Bakal Wajibkan PPAT Terapkan Sistem Online Ini – Kilasbaca.com

SEMARANG – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Semarang menargetkan segera menerapkan sistem pembayaran Bea Pengelolaan Hak atas Tanah dan Bangunan secara Elektronik (E-BPHTB) secara menyeluruh. Dari 217 Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) di Kota Semarang saat ini baru 167 yang menerapkannya.

 

Anggota Komisi B DPRD Kota Semarang, Hanik Khoiru Solikah.

 

Kabid Pelayanan dan Pembukuan Bapenda, Elly Asmara mengatakan, pihaknya melakukan sosialisasi dan evaluasi pelaksanaan E-BPHTB bagi Notaris dan PPAT di Kota Semarang pada Rabu ini (10/4/2019). Harapannya dapat mengetahui kendala dari para user tersebut setelah sekitar satu tahun diterapkan.

‘’Yang aktif baru 167 dari 217 PPAT di Kota Semarang. Dengan kegiatan ini, diharapkan diketahui kendala dan sekaligus bisa diberikan solusi,’’ kata Elly pada pembukaan acara tersebut.

Ditegaskan, ke depan sistem pelaporan dan pembayaran BPHTB secara online akan diberlakukan secara menyeluruh. Semua PPAT harus menggunakan sistem ini. Sistem ini ke depan juga dipastikan akan diintegrasikan dengan sistem di Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan Kanwil Pajak Pratama.

Elly secara rinci menjelaskan, pembayaran BPHTB adalah ranah dari pembeli, di mana pembeli wajib melaksanakan pembayaran tersebut sebesar lima persen dari harga transaksi ke Pemkot Semarang, setelah dikurangi Nilai Jual Objek Pajak Tidak Kena Pajak (NJOP TKP). ‘’Ada hitungannya, satu kali transaksi berhak mendapatkan NJOP TKP,’’ ujarnya.

Staf PPAT yang berwenang nantinya akan mengesahkan yang namanya lembar SPPD BPHTB. Lembar ini nantinya akan diserahkan ke BPN. Bila secara manual, proses ini rawan dengan pemalsuan. Karena BPN akan memverifikasinya dengan hanya melihat isi dari lembaran itu saja.

‘’Tapi sekarang ini dengan sistem elektronik, PPAT bisa mengerjakan proses itu dengan online, dari tadinya berupa lembar form yang ditulis (diisi) manual dengan pengesahan PPAT, Bank Jateng dan Kepala Bapenda,’’ ungkap Elly Asmara.

‘’Untuk lakukan proses online ini satu PPAT punya akun, kemudian bayar (BPHTB) pakai ID Billing, kemudian dikirim ke Bapenda sudah dalam bentuk form yang diverifikasi. Bahkan pengembangnya, sekarang sistem E-BPHTB langsung link ke BPN, mereka cukup ambil data kami kemudian cek keaslian berkas,’’ tegasnya.

Melalui acara sosialisasi ini, pihaknya mengimbau 217 PPAT semuanya memakai sistem online. Karena sekarang ini masih masa peralihan sehingga baru 167 yang menerapkan.

Keuntungannya menerapan sistem online pastinya lebih cepat, mudah, bisa melihat historis transaksi dari tahun ke tahun, dan pelaporan aktivitas PPAT per bulan, serta filter untuk harga transkasi jual beli tanah dan bangunan, di mana harga harus tidak boleh di bawah NJOP.

Sementara itu, salah satu nara sumber sosialisasi, Anggota Komisi B DPRD Kota Semarang, Hanik Khoiru Sholikah mengatakan, mengapresiasi penerapan program E-BPHTB oleh Bapenda. Karena BPHTB merupakan salah satu sektor utama sumber pendapatan daerah, sehingga pendapatannya harus terus ditingkatkan.

‘’Sosialisasi ini acara yang memang kami tunggu dari Bapenda. Ini untuk bagaimana Bapenda bisa merealisasikan target berkaitan dengan pendapatan dari sektor BPHTB. Dengan E-BPHTB kami mendukungnya, apalagi selama ini BPTHB penyumbang pendapatan tertinggi di Semarang,’’ katanya.

Dengan adanya porgram online ini, dinilai akan mempermudah PPAT untuk menyampaikan laporan maupun permasalahan terkait dengan kegiatannya. Sehingga mereka tidak enggan berkomunikasi dengan Bapenda terkait hal tersebut.

‘’Harapan kami ke depan akan bisa menaikkan pendapatan, meskinpun tahun lalu sudah membanggakan. Tapi harapan kami lebih baik lagi dengan adanya program baru,’’ tandasnya. (duh)


Artikel yang berjudul “Bapenda Bakal Wajibkan PPAT Terapkan Sistem Online Ini – Kilasbaca.com” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

No comments:

Powered by Blogger.