Belasan Preman dan Gelandangan di Sukoharjo Diciduk Satpol PP – Kilasbaca.com

Penertiban PGOT ini bertujuan untuk upaya pencegahan preventif sehingga menciptakan suasana yang kondusif pasca Pilpres dan Pileg tahun 2019.

SUKOHARJO – Belasan pengemis, gelandangan dan orang telantar (PGOT) terjaring razia yang digelar Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sukoharjo, Selasa (23/4/2019). Mereka ditertibkan saat berkeliaran di beberapa area publik.

Belasan preman dan gelandangan yang terjaring razia Satpol PP Sukoharjo. Foto: metrojateng.com

Kepala Satpol PP Kabupaten Sukoharjo Heru Indarjo mengatakan, dalam razia yang digelar sejak siang hingga sore hari terdapat 15 PGOT yang diamankan, dua di antaranya perempuan. Untuk memberikan efek jera, para mereka diminta membuat surat pernyataan tertulis, sedangkan rambutnya langsung dicukur gundul kecuali yang perempuan.

Penertiban PGOT ini bertujuan untuk upaya pencegahan preventif sehingga menciptakan suasana yang kondusif pasca Pilpres dan Pileg tahun 2019. Dalam kegiatan ini anggota Kodim 0726 /Sukoharjo juga ikut dilibatkan.

“Ini untuk mengantisipasi situasi yang kondusif serta mencegah timbulnya gangguan kamtibmas yang disebabkan oleh pengemis, gelandangan dan orang telantar,” papar Heru.

Kegiatan penertiban kali ini dibagi menjadi dua tim. Untuk tim satu bergerak ke patung jamu Sukoharjo, kawasan lampu merah telukan, perempatan The Park Solo Baru, Kleco perbatasan Sukoharjo-Surakarta dan ke barat menuju pertigaan lampu merah Universitas Muhammadiyah Surakarta. Sedangkan tim dua menyasar ke wilayah Kartasura dan Gatak.

Ditambahkan Heru, penertiban PGOT tersebut merupakan kegiatan rutin untuk menegakkan Perda No 3 Tahun 2014 Kabupaten Sukoharjo Tentang Ketertiban Umum. (MJ-28)


Artikel yang berjudul “Belasan Preman dan Gelandangan di Sukoharjo Diciduk Satpol PP – Kilasbaca.com” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

No comments:

Powered by Blogger.