Empat Bulan Terakhir, 289 Kejadian Tanah Longsor Terjang Jateng – Kilasbaca.com

SEMARANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jawa Tengah mencatat bencana hidrometeorologi yang melanda wilayahnya selama empat bulan terakhir meningkat pesat. Kepala BPBD Jawa Tengah, Sudaryanto mengungkapkan wilayahnya dalam kurun waktu tersebut paling banyak diterjang longsor.

 

Tanah merekah di Dusun Guyon, Desa Tengklik, Kecamatan Tawangmangu mengancam rumah-rumah warga. Foto: Metro Jateng/byo

 

“Sejak 1 Januari 2019 sampai 5 April kemarin, bencana longsor yang melanda wilayah Jawa Tengah mencapai 289 kejadian,” kata Sudaryanto kepada metrojateng.com, Sabtu (13/4/2019).

Ia menambahkan angin kencang juga banyak menghantam rumah-rumah warga. Ada 234 kejadian angin kencang yang muncul dalam kurun waktu tersebut.

Selain itu, berturut-turut ada 98 peristiwa banjir serta 43 kali kejadian kebakaran. “Kerugian yang diderita korban bencana hidrometeorologi sekitar Rp 7 juta. Korban yang meninggal ada sembilan orang. Tiga orang di antaranya meninggal akibat tertimbun tanah longsor,” ungkap Sudaryanto.

Sudaryanto menjelaskan saat ini telah mendeteksi terdapat ribuan rumah yang mengalami kerusakan. Rinciannya ada 1.241 rumah rusak ringan, 126 rumah rusak berat serta 149 rumah rusak sedang.

Ia mengaku sesuai informasi dari BMKG, maraknya bencana hidrometeorologi lantaran Jawa Tengah saat ini telah memasuki peralihan musim. Karenanya, ia meminta kepada masyarakat pegunungan maupun di pesisir pantai untuk mewaspadai perubahan cuaca yang datang sangat cepat.

“Berhati-hatilah, tingkatkan kewaspadaan terutama ketika hujan lebat muncul disertai angin kencang,” katanya.

Sudaryanto mengungkapkan musim kemarau nantinya akan muncul lebih lama sekitar tujuh bulan. “Sebab itulah kita sedang memperkuat koordinasi dengan instansi terkait kewaspadaan menghadapi peningkatan anomali cuaca,” tandasnya. (far)

 


Artikel yang berjudul “Empat Bulan Terakhir, 289 Kejadian Tanah Longsor Terjang Jateng – Kilasbaca.com” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

No comments:

Powered by Blogger.