Kapolda Jateng Waspadai Konflik Pasca Penghitungan Suara  – Kilasbaca.com

SEMARANG – Intensitas pengamanan proses Pemilu 2019 akan ditingkatkan pasca pemungutan suara. Hal itu untuk mengantisipasi adanya konflik terkait perbedaan yang rentan terjadi dalam penghitungan.

Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono didampingi Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Abioso Seno Aji saat ditemui di Mapolrestabes Semarang, Selasa (16/4/2019). (muhammad khoirul asyhar/metrojateng.com)

 

“Pasca pemungutan suara, intensitas keamanan lebih ditingkatkan. Penghitungan itu rentan ada perbedaan,” kata Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono, Selasa (16/4/2019).

Oleh karena itu Condro mengimbau kepada masyarakat agar tidak cepat mengambil kesimpulan terkait adanya hasil penghitungan cepat atau quick count. Apalagi memobilisasi massa dan euforia.

“Kalau belum diumumkan oleh KPU, kalau hanya quick count, jangan euforia dan memobilisasi. Belum tentu (hasil) itu sah. Penghitungan oleh KPU sendiri diagendakan sampai pukul 12 malam dan bisa diperpanjang sampai hari berikutnya yakni Kamis,” ungkap Condro.

Sementara mengenai pola pengamanan di wilayah Jawa Tengah sudah ditentukan sejak jauh-jauh hari sebelum pelaksanaan. Mulai dari penempatan personel gabungan sesuai dengan tingkat kerawanan di masing-masing wilayah dan TPS hingga patroli keliling dan pengamanan dialogis. Pola pengamanan tersebut melibatkan sekitar 23 ribu lebih personel Polri, ditambah 12 ribuan personel TNI, dan 300 ribu Linmas.

Penempatan personel berdasarkan tingkat kerawanan terdiri atas tiga tingkatan. Kategori TPS kurang rawan atau aman akan dijaga oleh dua personel yang berpatroli di sekitar 8-10 TPS. Kategori TPS rawan akan ditempatkan satu personel yang berjaga di lokasi. Kategori TPS sangat rawan akan dijaga oleh dua personel. Begitu halmya untuk wilayah atau TPS dengan kekuatan pendukung yang seimbang akan ditempatkan dua personel.

“Selain yang berjaga di TPS, kekuatan di Polres juga ada yang digerakkan untuk patroli keliling dibantu personel TNI. Dari TNI sudah ada yang masuk 100 personel ke setiap wilayah,” jelasnya.

Polri juga telah menempatkan 30 person Brimob di masing-masing wilayah, kecuali wilayah yang meminta perkuatan dengan penambahan personel. Seperti di Jepara ditempatkan dua pleton. Lalu Pekalongan, Temanggung, Magelang, Klaten, Sukoharjo, Karanganyar masing-masing satu kompi. Sementara Solo dan sekitarnya dua kompi Brimob dan satu kompi TNI.

“Kompi ini tidak di TPS tetapi patroli gabungan mendekat ke TPS-TPS dan objek vital. Untuk memberikan jaminan keamanan kepada masyarakat untuk datang ke TPS dan mencoblos,” jelas Condro. (aka)

 


Artikel yang berjudul “Kapolda Jateng Waspadai Konflik Pasca Penghitungan Suara  – Kilasbaca.com” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

No comments:

Powered by Blogger.