Sepatu Spesial di Balik Performa Tokcer Kapten PSIS Semarang – Kilasbaca.com

SEMARANG – Hari Nur Yulianto menjadi sosok fenomenal yang mencuat di Liga 1 2018. Ternyata ada peran sepatu spesial yang membuat kapten PSIS Semarang tampil tokcer dan membantu timnya lolos dari jerat degradasi.

Hari Nur Yulianto lebih garang saat memakai sepatu kuning. Foto: metrojateng.com

Hari Nur dan PSIS sempat menjalani periode suram di awal musim. Datang sebagai tim promosi, Mahesa Jenar justru disibukkan dengan masalah internal. Tim Ibukota Jateng mendepak Subangkit dari kursi pelatih dan menggantinya dengan Vicenzo Alberto Annese.

Meski timnya sedang limbung, toh performa Hari Nur masih cukup konsisten. Pemain yang intim disapa Mukri ini menjadi top skor tim di paruh musim dengan donasi empat gol plus tiga assist.

Dia juga menjadi pemain PSIS pertama yang mencetak gol di kompetisi Liga 1. Moment bersejarah itu terjadi saat Mahesa Jenar sukses menahan imbang tuan rumah Bhayangkara FC di pekan ketiga, Sabtu (7/4/2018) di Stadion Gelora Delta Sidoarjo. Sempat tertinggal oleh gol Nikola Komazec, Hari Nur menyelamatkan PSIS lewat golnya di menit 58 usai meneruskan assist Bayu Nugroho.

Di paruh kedua kompetisi, Hari Nur membuat perubahan kecil untuk mendongkrak penampilannya. Dia meninggalkan sepatu putih dan berganti dengan sepatu berwarna kuning keemasan.

Kolaborasi Bruno Silva dan Hari Nur Yulianto menjadi andalan PSIS musim lalu. Foto: metrojateng.com

Masih sama-sama produk keluaran Nike, Hari Nur menyebut sepatu kuningnya punya makna spesial. “Saya memang lebih suka pakai sepatu yang putih sama kuning. Cuma kalau yang kuning itu sangat istimewa buat saya karena dibelikan istri,” kata Hari Nur, baru-baru ini.

Sepatu kuning itu menjalani ‘debut’ dengan sukses dan membantu tuannya mencetak gol ke gawang PSM Makassar pada 30 Juli 2018 atau sehari sebelum ulang tahun ke-29 Hari Nur Yulianto. Sayang PSIS gagal menang dan hanya berbagi skor 1-1 di Stadion Moch Soebroto.

Bersama sepatu kuningnya, Hari Nur lebih produktif dengan lesakan enam gol dan tiga assist. PSIS pun meraih tujuh kemenangan dan tiga kali seri sekaligus memastikan bertahan di Liga 1 musim berikutnya.

Namun pemain kelahiran 31 Juli 1989 itu kembali beralih ke sepatu putih di dua laga terakhir melawan Persipura Jayapura dan Persebaya Surabaya.

Hari Nur menutup pertandingan kandang terakhir dengan memakai sepatu putih. Meski tidak mencetak gol, mengkreasi penalti usai dilanggar kiper Persipura. Foto: metrojateng.com

Hari Nur mengakhiri kompetisi dengan torehan 10 gol dan enam assist, hanya kalah dari Bruno Silva yang mengukir 16 gol. Tapi Hari Nur satu-satunya pemain yang selalu tampil dalam 34 pertandingan PSIS.

Musim depan, kapten PSIS itu menargetkan bisa melampaui pencapaian tahun lalu. Tapi, menurutnya target tersebut tak akan mudah dicapai karena persaingan bakal lebih ketat.

“Setidaknya bisa cetak lebih banyak gol dari musim kemarin, tapi yang lebih penting bisa membantu PSIS mencapai target di posisi 8 besar,” tegasnya.

Sesuai draft jadwal yang dirilis operator kompetisi, PSIS akan menjalani laga perdana Liga 1 2019 di kandang Barito Putera. Pertandingan itu dijadwalkan digelar pada 14 Mei. (twy)


Artikel yang berjudul “Sepatu Spesial di Balik Performa Tokcer Kapten PSIS Semarang – Kilasbaca.com” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

No comments:

Powered by Blogger.