“Simpatisan” Pemberontak Suriah Mendukung Prabowo-Sandiaga Uno

Ustaz Bachtiar Nasir menyatakan dukungannya secara terbuka terhadap pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno.

Sembari menyematkan Garuda Merah di bajunya, Bachtiar mengajak seluruh umat muslim di Indonesia bersama pimpinan umat Islam untuk memilih Prabowo-Sandi.

“Hari ini, bismillahirrahmanirrahim, saya nyatakan diri saya secara terbuka dan mengajak seluruh ulama di Indonesia, umat muslim, seluruh pimpinan umat Islam di Indonesia, mari kita bangun Indonesia berdaulat bersama Prabowo-Sandi,” kata Bachtiar di GOR Bulungan, Jakarta Selatan, Senin, 1 April 2019.

Dia melanjutkan, “Mari bersama-sama dengan Garuda Pancasila ini saya tegaskan, saya Bahtiar Nasir yakin bersama Prabowo-Sandi kita akan berdaulat bersama Pancasila kita. Saya pasang Garuda saya sebagai orang Indonesia, yang telah melakukan penistaan kekotoran, tentang tuduhan-tuduhan khilafah yang sangat tolol itu.”

Bachtiar yakin, Prabowo-Sandi akan membuat masyarakat menjaga nilai Pancasila, khususnya sila pertama. Selain itu, semua pemeluk agama di Indonesia tidak akan terpecah-belah.

“Keimanan kita akan semakin kokoh kepada Ketuhanan yang Maha Esa dan apapun agamanya. Insya Allah kita akan bersatu di Indonesia,” ujar Alumni 212 itu.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan Polri telah menemukan bukti transfer dana sebesar Rp 1 miliar dari Bachtiar Nasir ke Turki. Hal ini terkait dengan kasus penyelewengan dana Yayasan Keadilan untuk Semua.

“Uang ini, setelah ditarik oleh IL (Islahuddin Akbar) sebanyak di atas Rp 1 miliar, kemudian diserahkan kepada Bachtiar Nasir. Sebagian digunakan untuk kegiatan menurut yang bersangkutan. Sebagian lagi kita melihat dari slip bukti transfer dikirim kepada Turki. Ini yang kita dalami,” kata Tito saat raker dengan Komisi III DPR RI di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (22/2/2017).

Hingga saat ini kepolisian belum mengetahui dana yang dikirim ke Turki digunakan untuk kegiatan apa. Menurut Tito, ada media internasional yang menyebutkan bahwa tersebut diberikan kepada satu kelompok di Suriah.

“Apa hubungannya bisa sampai ke Suriah? Menurut klaim media internasional yang di Suriah, ini ada hubungannya dengan ISIS,” ujar Tito.

Sebelumnya, kepolisian menyelidiki dugaan bantuan logistik dari Yayasan Bantuan Kemanusiaan Indonesia (Indonesian Humanitarian Relief/IHR Foundation) tersimpan di gudang milik pemberontak Suriah.

“Begitu kita tarik ke belakang, ternyata ada aliran dana dari Bachtiar Nasir ini. Asalnya dari Yayasan Keadilan untuk Semua,” jelas Tito.

Di pengujung tahun lalu, tersebar video yang memperlihatkan warga sipil Aleppo menemukan gudang logistik berupa makanan dan minuman yang dikirim dari Indonesia dan ditinggalkan oleh kelompok teroris Jays Al-Islam.

Pada dus logistik tersebut terlihat label bertulisan ‘IHR’.

No comments:

Powered by Blogger.