TKP Pembunuhan Dominikus Terendam Banjir, Rekonstruksi Dialihkan di Polsek Genuk – Kilasbaca.com

SEMARANG – Penyidik Unit Reskrim Polsek Genuk Polrestabes Semarang menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan pemuda asal Merauke, Papua, bernama Dominikus Liborius Awi (24). Dua tersangka bernama Yeheskiel Lede Bani (25) dan Ishak Bani (23) menjalani 62 adegan rekonstruksi di tiga lokasi berbeda, Rabu (10/4/2019).

 

Salah satu adegan di Pasar Kobong Semarang yang diperagakan oleh tersangka Yeheskiel Lede Bani dan Ishak Bani.(metrojateng.com/ahmad khoirul asyhar)

 

Dikarenakan lokasi pembunuhan di depan Tempat Penimbunan Pabean Sementara (TPPS) KPPBC Tanjung Emas, Kawasan Industri Terboyo Blok D, terendam banjir maka rekonstruksi di lokasi tersebut dialihkan ke halaman Mapolsek Genuk. Sementara rekonstruksi di dua lokasi lain, yakni sebuah tempat kos di daerah Jalan Basudewo dan Pasar Kobong tidak dipindahkan.

“Rekonstruksi kasus pembunuhan ini dilakukan di tiga lokasi dengan 62 adegan. TKP di Blok D kawasan Industri Terboyo kami alihkan di depan mako dengan menyerupai lokasi sebenarnya karena di sana kondisi banjir. Pemindahan lokasi rekonstruksi tersebut disepakati bersama oleh jaksa, pengacara korban dan tersangka, termasuk penyidik,” kata Kapolsek Genuk Kompol Zaenul Arifin.

Rekonstruksi kasus pembunuhan tersebut berjalan lancar dengan pengamanan ketat dari aparat kepolisian. Proses rekonstruksi dimulai dari tempat kos korban di daerah Jalan Basudewo Semarang. Di tempat kos tersebut ketiganya berkumpul dan korban sempat memaksa tersangka minum miras padahal tersangka Yeheskiel sudah menolak. Setelah itu Yeheskiel mengajak tersangka Ishak pergi. Namun justru terjadi perselisihan antara korban dan tersangka Yeheskiel.

Setelah kejadian di tempat kos tersebut, korban minta diantar ke Pasar Kobong untuk membeli ikan. Saat itu mereka berboncengan tiga menggunakan satu sepeda motor. Korban berada di tengah dengan tangan menggenggam pisau cutter sedangkan tersangka Yeheskiel menjadi joki dan tersangka Ishak duduk paling belakang.

Setibanya di depan Pasar Kobong ketiganya berhenti. Yeheskiel kemudian meminta kepada korban agar tidak masuk ke pasar dengan membawa cutter. Cutter tersebut kemudian diberikan keoada Yeheskiel dan disimpan di dasbor motor. Adegan selanjutnya korban Dominikus dan tersangka Ishak masuk ke area pasar sedangkan Yeheskiel menunggu di atas motor. Tidak lama kemudian korban dan tersangka Ishak kembali karena melihat sudah tidak ada pedagang ikan.

Ketiganya kemudian pergi. Saat itulah tersangka Yeheskiel yang menjadi joki mengendarai sepeda motor hingga tiba di Blok D Kawasan Industri Terboyo. Di tempat itulah korban dihabisi nyawanya dengan digorok lehernya menggunakan pisau cutter. Setelah korban sekarat, kedua tersangka langsung kabur.

“Rekonstruksi ini dilakukan untuk melengkapi berkas perkara sebelum dilimpahkan ke kejaksaan. Rekonstruksi itu juga untuk mendapatkan kecocokan antara berita acara yang dilakukan oleh penyidik dengan rekon yang dilakukan oleh tersangka. Jika tidak terjadi kesamaan maka ada kebohongan dari tersangka,” ungkap Zaenul.

Untuk diketahui, kasus pembunuhan pemuda asal Merauke, Papua, tersebut terjadi di depan Tempat Penimbunan Pabean Sementara (TPPS) KPPBC Tanjung Emas, Kawasan Industri Terboyo Blok D, pada Selasa (26/2/2019) pagi. Tersangka yang juga gan satu kampus korban ditangkap kurang dari 24 jam setelah kejadian. Aksi pembunuhan tersebut juga terekam kamera CCTV yang berada di sekitar lokasi kejadian.

Motif pembunuhan tersebut diduga dilatarbelakangi oleh dendam tersangka Yeheskiel terhadap korban Dominikus. Kedua tersangka dalam kasus ini dikenakan Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan atau Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana. Barang bukti yang disita antara lain pisau cutter yang digunakan menggorok leher korban, batu yang digunakan untuk mukul korban, pakaian korban, serta sepeda motor. (aka)

 


Artikel yang berjudul “TKP Pembunuhan Dominikus Terendam Banjir, Rekonstruksi Dialihkan di Polsek Genuk – Kilasbaca.com” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

No comments:

Powered by Blogger.