Gebuki Orang saat Sahur, Tujuh Pemuda di Genuk Ditangkap Polisi  – Kilasbaca.com

SEMARANG – Tujuh orang pemuda di Bangetayu Kulon, Kecamatan Genuk, Kota Semarang, ditangkap petugas Polsek Genuk Polrestabes Semarang. Ketujuh orang tersebut diduga melakukan tindak kejahatan pengeroyokan di depan rumah kos, Jalan Bugen Paloman, Kelurahan Bangetayu Kulon, Kecamatan Genuk. Korbannya adalah tiga orang penghuni kos yang hendak mencari makan untuk sahur.

Ketujuh tersangka pengeroyokan saat digelandang ke Mapolsek Genuk Kota Semarang. 
(metrojateng.com/ahmad khoirul asyhar)

Tujuh pemuda tersebut adalah Muhammad Slamet Nur Faizin (22) warga Sembungharjo, Genuk, serta enam warga Bangetayu Kulon yakni Rayan Hanafi (22), Wisnu Hutomo Saputro (18), Catur Adhi Cahyono (23), Ponco Rudi Sugiyanto (27), Ahmad Thoriq Almubarok (18), dan Fiqih Akbar Firmansyah (19). Tersangka Rayan diketahui merupakan residivis dan baru keluar dari penjara dua pada bulan Maret 2018 lalu.

“Kami telah menangkap tujuh orang tersangka pengeroyokan. Ketujuh tersangka ini dalam pengaruh miras dan tiba-tiba mengeroyok korban yang keluar dari rumah untuk mencari makan sahur,” kata Kapolsek Genuk Kompol Zaenul Arifin di Mapolsek Genuk, Jumat (17/5/2019).

Zaenul menjelaskan, aksi pengeroyokan yang dilakukan tujuh pemuda tersebut terjadi pada hari Rabu (8/5/2019), sekitar pukul 03.40. Saat itu korban Ananda Afif Nur Adnan Fauzan (21) dan Dwi Nurcahyono (21) keluar kos untuk mencari makan sahur. Begitu sampai di depan kos, keduanya langsung dihampiri oleh tersangka Slamet dan Rayan. Kedua tersangka langsung memukuli korban dengan tangan kosong diikuti oleh empat tersangka lainnya.

“Jadi tujuh tersangka ini awalnya nongkrong di Balai RT, letaknya di seberang kos. Lalu ada korban keluar dari rumah kos untuk cari makan sahur, tersangka yang diduga dalam pengaruh minuman keras langsung mendatangi korban dan memukulnya dengan tangan kosong,” jelasnya.

Pengeroyokan terjadi kepada korban Ananda dan Dwi hingga akhirnya ada warga yang melerai. Meski sudah dilerai, emosi tersangka Rayan dan Slamet belum juga reda. Tersangka Rayan nekat memanjat pagar rumah kos untuk mencari dua korban diikuti oleh Slamet dan tersangka lainnya. Namun tersangka tidak menemukan korban Ananda dan Dwi. Justru tersangka Rayan dan Slamet bertemu dengan penghuni kos lainnya, yakni Roynaldo Andhika Pernama Putra (18).

“Sudah dilerai warga sekitar tetapi masih nekat memanjat pagar dan mencari korban. Di dalam tersangka bertemu dengan penghuni kos lain dan langsung memukulinya,” ungkap Zaenul.

Kejadian tersebut kemudian dilaporkan ke polisi dan anggota Unit Reskrim Polsek Genuk langsung menangkap ketujuh tersangka. Ketujuh tersangka langsung digelandang ke Mapolsek Genuk. Hasil pemeriksaan sementara diketahui jika salah seorang tersangka merupakan residivis.

“Satu tersangka atasnama Rayan ini seorang residivis. Baru keluar penjara dua bulan lalu, ini sudah melakukan lagi,” papar Zaenul.

Sementara itu, tersangka Rayan mengaku nekat mengeroyok korban lantaran kesal. Sebelum kejadian, ia dan teman-temannya nongkrong di Balai RT depan rumah kos. Tiba-tiba salah seorang korban meneriakinya.

“Habis minum, terus dikatain ‘wee wee wee’. Terus saya tanyain, apa maksudnya neriakin itu, terus saya pukuli pakai tangan kosong. Tidak kenal sama korban,” ujarnya.

Terkait kasus tersebut, ketujuh tersangka dijerat Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan. Ancaman hukumannya lima tahun penjara. Saat ini ketujuh tersangka masih mendekam di sel tahanan Mapolsek Genuk untuk menunggu proses hukum selanjutnya. (aka)

Foto:

– Ketujuh tersangka pengeroyokan saat dimintai keterangan oleh Kapolsek Genuk Kompol Zaenul Arifin
– Tersangka digelandang di Mapolsek Genuk.

(metrojateng.com/ahmad khoirul asyhar)


Artikel yang berjudul “Gebuki Orang saat Sahur, Tujuh Pemuda di Genuk Ditangkap Polisi  – Kilasbaca.com” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

No comments:

Powered by Blogger.