Kelabui Petugas, Tersangka Simpan Sabu Dalam Dubur – Kilasbaca.com

SEMARANG – Peredaran narkotika di wilayah Jawa Tengah bisa dikatakan cukup tinggi. Selama periode Januari-Mei 2019, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jateng telah menangkap 20 tersangka peredaran gelap narkotika. Puluhan tersangka tersebut terdiri dari tujuh kasus meliputi peredaran narkotika jenis sabu, ganja, dan ekstasi.

Kepala BNNP Jateng Brigjen Benny Gunawan dan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menunjukkan barang bukti sabu sebelum dimasukkan ke dalam mesin incinerator untuk dimusnahkan. (metrojateng.com/ahmad khoirul asyhar)

“Dalam kurun waktu Januari sampai Mei 2019 ini BNNP Jateng telah mengungkap tujuh kasus peredaran narkotika, total ada 20 tersangka. Untuk barang bukti yang disita adalah sabu sebanyak 3,65 kilogram, ganja sebanyak 6,2 kilogram, dan ekstasi sejumlah 261 butir,” kata Kepala BNNP Jateng, Brigjen Benny Gunawan, saat memberikan keterangan di kantor BNNP Jateng, Jalan Madukoro Blok BB, Semarang, Rabu (29/5/2019).

Kasus terakhir yang diungkap oleh BNNP Jateng adalah penangkapan dua warga asal Batam, Kepulauan Riau, yang hendak menyelundupkan sabu ke Jateng. Dua tersangka tersebut menyimpan paket sabu yang dimasukkan ke dalam dubur untuk mengelabuhi petugas.

Tersangka pertama ditangkap di Bandara Ahmad Yani Semarang pada Kamis (25/4/2019) lalu, pukul 12.00. Tersangka bernama Hadi Haryono alias Pakde (52), warga asal Sei Binti, Batu Aji, Kota Batam, Kepulauan Riau, tersebut menyembunyikan 250 gram sabu di dalam duburnya.

Tersangka kedua diketahui bernama Dedi Ariyanto Tomangggolehe alias Dedi Nahumury alias Dedi Ambon (36). Ia ditangkap dirumahnya, Perumahan Marina Garden, Kota Batam, Kepulauan Riau, pada hari yang sama sekitar pukul 20.30. Dedi menyimpan 250 gram sabu di dalam duburnya dan 400 gram lainnya di rumah.

“Kedua tersangka ini merupakan residivis dan masih satu jaringan. Mereka termasuk dalam jaringan Malaysia-Batam-Semarang. Sabu yang mereka simpan itu diambil dari Malaysia dan akan diedarkan di Jateng. Total barang bukti yang disita dari kedua tersangka adalah 900 gram,” katanya.

Benny menjelaskan modus yang digunakan tersangka, dalam hal ini menyembunyikan paket sabu di dalam dubur, merupakan modus baru di Jateng. Meski demikian modus ini sudah lama ada dan kembali digunakan oleh kedua tersangka.

“Untuk pengungkapan di Jateng, modus ini yang pertama kali di Provinsi Jateng. Kita bisa mengungkap kasus, tidak hanya lingkup provinsi tetapi lintas provinsi dan negara. Ini perlu kita waspadai. Ternyata setiap tahun dan setiap kali kita dapat temukan modus yang belum pernah kita deteksi,” jelasnya.

Terkait kasus ini, kedua tersangka dijerat Pasal 114 ayat (2) subsider Pasal 112 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika. Ancaman hukumannya minimal 5 tahun penjara dan maksimal hukuman pidana mati.

Pada kesempatan yang sama, barang bukti sabu yang disita dari dua tersangka tersebut langsung dimusnahkan. Pemusnahan dilakukan menggunakan mesin incinerator milik BNNP Jateng. Hal itu dilakukan setelah ada keputusan dari Kejaksaan Negeri Semarang dan Kejaksaan Negeri Batam dengan menyisihkan sebagian barang bukti untuk uji laboratorium dan pembuktian di persidangan.

Dalam pemusnahan tersebut juga dihadiri oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. Ia bersama Kepala BNNP Jateng bergantian memasukkan barang bukti sabu ke mesin incinerator. Menurut Ganjar Pranowo, pengungkapan yang dilakukan oleh BNNP Jateng merupakan hasil sinergitas dari semua stakeholder.

“Jumlah ini cukup luar biasa dan ke depan harus lebih serius lagi untuk bersama memberantas narkotika. Saya mohon kepada kabupaten kota untuk bisa menghibahkan fasilitasnya agar bisa digunakan oleh BNN Kabupaten dan Kota, sehingga bisa bekerja untuk memberantas di wilayah yang rawan narkotika,” katanya. (aka)


Artikel yang berjudul “Kelabui Petugas, Tersangka Simpan Sabu Dalam Dubur – Kilasbaca.com” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

No comments:

Powered by Blogger.