Kelola 220 Bank Sampah, Muthohar Akui Masih Banyak Kendala – Kilasbaca.com

SEMARANG – Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang Muthohar mengatakan pengelolaan sampah berbasis masyarakat terus dikembangkan. Salah satunya adalah dengan pembentukan bank sampah di setiap kelurahan.

‘’Hingga saat ini tercatat ada 220 bank sampah di seluruh Kota Semarang. Lebih banyak dari jumlah kelurahan, jadi satu kelurahan ada yang punya dua bank sampah. Ini menunjukan semangat warga Semarang dalam mengelola sampah dengan sistem pilah sampah,’’ kata Muthohar, ditemui usai membuka kegiatan workshop penyusunan rencana kerja bank sampah, Kamis (9/5/2019).

Kepala DLH Kota Semarang Muthohar saat menyampaikan materi tentang kegiatan bank sampah yang menjadi program Pemkot Semarang. (metrojateng.com)

Dalam kegiatan yang berlansung di Hotel Grasia ini diikuti oleh 32 perwakilan bank sampah, kecamatan dan OPD terkait di lingkungan Pemerintah Kota Semarang. Menurut Muthohar, keberadaan bank sampah ditengah masyarakat sangat penting.

“Dengan dikelola masyarakat, tidak semua sampah dikirim ke tempat pemprosesan akhir (TPA) Jatibarang,” katanya.

Dengan langkah ini maka umur TPA Jatibarang bisa lebih lama lagi, karena tidak semua sampah dikirim ke sana. “Ada sekitar 80 persen sampah yang bisa dikelola masyarakat, bisa untuk daur ulang dengan memanfaatkan sampah yang masih bernilai ekonomis atau dibuat jadi pupuk kompos,” ujar Muthohar.

Saat ditanya kondisi di lapangan, Muthohar mengakui banyak kendala yang dijumpai dalam pengelolaan bank sampah. Saat ini tidak semua bank sampah bisa aktif mengelola sampah secara ideal. Hal ini terjadi karena banyak masalah yang dihadapi seperti pengurusnya yang sudah sepuh sehingga tidak optimal.

Selain itu ada juga pengurus yang dilarang oleh anaknya karena sudah sepuh. “Diminta sama anaknya untuk berhenti karena alasan kesehatan atau bahkan ada juga pengurusnya yang wafat,” katanya. Untuk itu dia mengharapkan agar seluruh masyarakat bisa bergotong royong mengelola bank sampah agar kembali aktif.

“Kami akan mendorong agar tetap eksis mengingat manfaatnya yang besar untuk masyarakat,” katanya.

Sementara itu manager Yayasan Bintari yang menjadi salah satu narasumber kegiatan tersebut Amelia Wulansari menambahkan, melalui workshop ini diharapkan akan muncul ide-ide baru dalam upaya mengoptimalkan bank sampah.

“Semarang menjadi salah satu kota yang pengelolaan bank sampahnya dinilai baik, semangat warga juga bagus, nah potensi ini harus dikembangkan,” katanya. (duh)

 


Artikel yang berjudul “Kelola 220 Bank Sampah, Muthohar Akui Masih Banyak Kendala – Kilasbaca.com” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

No comments:

Powered by Blogger.