Penanganan Banjir dan Rob Masih Jadi PR di Kota Semarang – Kilasbaca.com

SEMARANG – Kota Semarang dinilai berkembang semakin signifikan di usianya yang ke-472. Banyak perubahan dari pembangunan yang dilakukan mulai dari infrastruktur, pelayanan kesehatan hingga pendidikan. Baik di wilayah pusat kota hingga wilayah pinggiran.

Banjir di wilayah Kaligawe Semarang beberapa waktu lalu. (metrojateng.com)

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang, Supriyadi mengatakan, perkembangan tersebut dapat dilihat salah satunya dari Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kota Semarang. IPM Semarang hingga kini telah mencapai 82.06 yang tertinggi di Jawa Tengah.

‘’Di Hari Jadinya ke-472 sudah banyak perubahan signifikan di Kota Semarang. Kota ini menjadi kota yang layak huni. Warganya puas dengan perbaikan infrastruktur, pelayanan kesehatan, dan pendidikan yang dilakukan pemerintah,” kata Supriyadi, Jumat (3/5/2019).

Meski demikian, dia menilai masih perlu ditingkatkan untuk pelayanan kesehatan, infrastruktur maupun pendidikan. Misalnya, infrastruktur sekolah baik SD maupun SMP, masih perlu terus diperbaiki sehingga pelayanan pendidikan akan semakin baik.

Di pelayanan kesehatan, juga tidak boleh ada lagi kejadian warga yang keikutsertaan BPJS-nya ditolak atau tidak dapat ruangan di rumah sakit. ‘’ Ini yang menjadi PR bersama,’’ tegasnya.

Selain itu, dia menambahkan, pengentasan masalah rob dan banjir di wilayah timur. Seperti normalisasi sungai Banjir Kanal Timur (BKT), Sringin, Tenggang, dan Babon, juga menjadi pekerjaan yang harus diselesaikan oleh pemerintah kota. Supaya target 2020 Semarang bebas banjir bisa terwujud.

Di wilayah barat, seperti normalisasi sungai Bringin juga masih dalam proses permohonan anggaran kepada pemerintah pusat. ‘’Ini PR besar agar 2020 Kota Semarang bisa terbebas dari banjir,’’ tandasnya. (duh)


Artikel yang berjudul “Penanganan Banjir dan Rob Masih Jadi PR di Kota Semarang – Kilasbaca.com” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

No comments:

Powered by Blogger.