Ramadan, PLN Jamin Pasokan Listrik Aman – Kilasbaca.com

SEMARANG –  PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Tengah dan DIY menjamin pasokan listrik di wilayah Jawa Tengah dan DIY dalam keadaan aman selama Ramadan. Berbagai upaya akan dilakukan PLN agar masyarakat dapat beribadah dengan nyaman.

Tim PLN mengecek kondisi listrik selama bulan Ramadan. Foto: metrojateng.com/dok Istimewa

Manajer Komunikasi PLN UID Jawa Tengah dan DIY, Haris mengatakan, saat bulan Ramadan beban di wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta diprediksi aman dengan cadangan pasokan sekitar 1.000 – 1.300 MW dan beban puncak tertinggi sekitar  4.012 MW.

“PLN UP2D juga telah memonitor sistem kelistrikan secara real time untuk memastikan pasokan tersebut dapat terdistribusi dengan baik,” katanya, Senin (6/5/2019).

Menurut dia, tren beban puncak pada saat bulan Ramadan mengalami pergeseran, dari semula pukul 19:00 sampai 22:00 untuk beban puncak malam serta pukul 10:00 sampai 17:00 WIB, menjadi pukul 03:00 sampai 06:00 WIB. Kondisi ini karena perubahan pola masyarakat yang melaksanakan ibadah salat tarawih dan makan sahur.

Selain pasokan listrik, PLN juga telah menyiapkan pengamanan dari segi pasukan yang disiagakan di 12 Unit Pelaksana se-Jawa Tengah dan DIY untuk mengamankan jaringan listrik. PLN juga akan memprioritaskan pengamanan di waktu-waktu tertentu seperti pada jam sahur, berbuka puasa dan salat tarawih agar masyarakat lancar dalam beribadah.

“Meskipun kepuasan pelanggan menjadi prioritas utama kami, tapi keselamatan dan kesehatan kerja pekerja tidak boleh dilupakan. Para petugas wajib bekerja sesuai SOP dan menggunakan alat pelindung diri dalam bertugas,” jelas Haris.

Selain itu, apabila pelanggan ingin mendapatkan informasi kelistrikan ataupun pengaduan lain, dapat menghubungi Contact Center PLN 123 yang dapat diakses melalui, telepon (kode area + 123), Facebook PLN 123, Twitter @pln_123 dan email [email protected] (ang)


Artikel yang berjudul “Ramadan, PLN Jamin Pasokan Listrik Aman – Kilasbaca.com” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

No comments:

Powered by Blogger.