Sial! Diteriaki Korban, Polisi Gadungan Diamuk Warga – Kilasbaca.com

JEPARA – Dua pemuda mengaku anggota polisi untuk melancarkan aksi kejahatan di Jepara. Bahkan keduanya menggunakan pistol korek api untuk menakuti korbannya.

Salah satu pelaku begal yang diamankan di Mapolsek Pecangaan Jepara. Foto: metrojateng.com

Tomo, warga Kaligawe, Kota Semarang dan Erfa, warga Kecamatan Demak Kota, Kabupaten Demak menjadi bulan-bulanan massa. Ceritanya, mereka mengaku anggota Satresnarkoba yang sedang razia. Namun, justru menyita handphone milik korban.

Saat itu, korban berjumlah dua orang hendak bertamu di rumah warga di Desa Krasak Kecamatan Pecangaan, Kabupaten Jepara, Selasa (28/5) malam.

Apesnya, dua orang korban sempat melawan dan berteriak minta tolong. Warga yang berdatangan pun langsung menghajar para pelaku. Dan, akhirnya kedua pelaku digelandang polisi.

Kasatreskrim Polres Jepara, AKP Mukti Wibowo menuturkan bahwa kedua pelaku menodongkan korek api berbentuk pistol kepada korban.

“Pelaku yang satu menodongkan pistol mainan (korek api) kepada korban. Sempat menginterogasi korban dan mengaku dari satuan narkoba,” ujarnya, Rabu (29/5/2019) dini hari.

Setelah itu, pelaku mengambil paksa handphone milik korban. Namun, saat hendak kabur, kedua korban menarik motor dan jaket pelaku sambil berteriak minta tolong.

“Petugas yang menerima laporan langsung ke TKP dan mengamankan kedua pelaku. Kejadian sekitar pukul 21.00 WIB,” paparnya.

Keduanya diancam pasal 368 KUHP tentang pemerasan dan pasal 378 KUHP tentang memakai nama palsu atau martabat palsu untuk melakukan kejahatan.

Sementara, Erfa salah satu pelaku mengaku anggota polisi untuk menakuti korban. “Spontan saja, Pak. Tidak saya rencanakan. Pistol itu hanya korek api yang saya beli di Simpanglima (Semarang) seharga Rp 160 ribu,” katanya.

Dia juga mengatakan menyesal telah berbuat kriminal. “Iya, saya berbuat kriminal saya kapok,” sesalnya. (MJ-23)


Artikel yang berjudul “Sial! Diteriaki Korban, Polisi Gadungan Diamuk Warga – Kilasbaca.com” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

No comments:

Powered by Blogger.