Telanjur Digusur, Warga Minta Dibuatkan Barak Hunian Sementara – Kilasbaca.com

Pada kesempatan itu, Wali Kota Semarang yang juga akrab disapa Hendi tersebut mengawali dialog dengan menerangkan kronologi terjadinya penertiban hunian liar yang telah tersosialisasi sejak 20 Januari 2018. Lamanya waktu sosialisasi tersebutlah kemudian menjadi gambaran besarnya kompromi yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Semarang.

Menanggapi itu, perwakilan warga, Rohmadi menyatakan jika alasan keengganan warga Kampung Tambakrejo untuk pindah adalah karena urugan di area Kalimati sebagai tempat baru belum siap.

“Dengan berjalannya waktu mungkin dari pihak BBWS tidak mengantisipasi bahwa yang akan dimasuki itu ke kali yang akan ditimbun itu sungai, yang menjadi bahan timbunan itu adalah lumpur, jadi memakan waktu memakan biaya dan sebagainya, sehingga maaf yang sebesar-besarnya kesalahan pada kami,” lanjut Rohmadi.

Terkait hal tersebut, Hendi pun sempat menyinggung adanya kendala yang terjadi dalam proses pengurugan di wilayah Kalimati.

“Saya tekan BBWS untuk menyelesaikan urugan, katanya operator diancam sama warga, alatnya dilempari warga, sehingga tidak berani jalan lagi. Jadi hari ini ada pak Rohmadi, ada warga, ada Pak Gub terutama, sudah tugas saya apa, sampaikan, tapi harus fair semua,” tegas Hendi.

Perwakilan warga lainnya, Riyanto lantas meminta untuk adanya hunian sementara di wilayah Kalimati yang sudah diurug tersebut, “Yang saat ini harus ada sekarang, dari BBWS kan sudah mengurug Kalimati kurang lebih 100 meter, kami minta dibikinkan barak di situ untuk kebutuhan hunian sementara kami, untuk kenyamanan anak-anak sekolah, atau aktivitas ke laut,” pintanya.

Mendengar hal tersebut, Gubernur Jawa Tengah yang hadir mewakili pemerintah pun menyetujui permintaan yang diajukan. “Deal, kami akan kerjakan itu, begitu nanti kerja, teman – teman ke sana, mohon maaf saya minta tidak ada tenda, tidak ada apapun, biar panjenengan nyaman, setuju”, tegas Ganjar.

Dengan adanya kesepakan tersebut, Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara kemudian mengapresiasi adanya pertemuan yang dilakukan. “Pertama terima kasih kepada Pak Gubernur, Pak Wali Kota, dan warga Tambakrejo yang telah bersepakat dengan kami, pertemuan hari ini produktif,” tegasnya.

“Yang kedua Komnas HAM akan ikut mengawasi kesepakatan yang ada hari ini, sehingga karena sudah kesepakatan, kami meminta komitmen dari kedua belah pihak,” tandas Beka. (duh)


Artikel yang berjudul “Telanjur Digusur, Warga Minta Dibuatkan Barak Hunian Sementara – Kilasbaca.com” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

No comments:

Powered by Blogger.