Teledor Garap Proyek Gedung Pramuka, Pokja ULP Demak Diminta Bayar Ganti – Kilasbaca.com

“Menghukum tergugat I dalam konvensi atau tergugat I dalam rekonvensi untuk membayar ganti rugi kepada penggugat dalam konvensi atau tergugat dalam rekonvensi sebesar Rp 24,5 juta,” kata hakim saat membacakan amar putusannya, Selasa (28/5/2019).

Hakim juga menyatakan Pokja ULP 04 Pemkab Demak dibebani biaya perkara yang persidangannya berlangsung sekira enam bulan. Jumlah beban biaya perkara yang wajib dibayarkan Rp 1.027.500.

Gugatan perkara tersebut diajukan oleh Fathur Rohman, Direktur PT Puji Syukur Alhamdulillah. Dia gagal mengikuti tahapan lelang proyek pekerjaan Konstruksi Pembangunan Gedung Sanggar Pramuka Kabupaten Demak dengan nilai pagu Rp 3.925.000.000.

Sementara para tergugat antara lain, Pokja ULP 04 Pemkab Demak selaku tergugat I, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Demak selaku tergugat II, PPKom Kabupaten Demak TA 2018 selaku tergugat III, PT Bokama Reka Jaya, selaku tergugat IV dan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan PAD Demak selaku turut tergugat.

Dengan putusan itu, tergugat maupun penggugat memiliki waktu 14 hari untuk pikir-pikir sembari melakukan langkah hukum selanjutnya. “Sebenarnya ini bukan soal menang uang Rp 24,5 juta, tapi ini semua menunjukkan proses lelang proyek di Demak itu bermasalah,” ujarnya.

Kabag Humas Pemkab Demak, Agung Hidayanto, mengaku belum menerima informasi putusan tersebut. Meski demikian, pihaknya tetap menghormati putusan hakim sembari berkonsultasi dengan Bagian Hukum Pemkab Demak.

“Putusan barusan ya, dan itu belum masuk ke pimpinan. Jadi saya belum tahu. Tapi dari Bagian Hukum tentu telah menyiapkan langkah selanjutnya. Kan masih ada waktu 14 hari,” cetusnya. (far)


Artikel yang berjudul “Teledor Garap Proyek Gedung Pramuka, Pokja ULP Demak Diminta Bayar Ganti – Kilasbaca.com” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

No comments:

Powered by Blogger.