Belasan Penumpang Bus PO Harum dari Surabaya Telantar di Terboyo – Kilasbaca.com

Belasan penumpang bus dari Surabaya ke Jakarta ditelantarkan di kawasan terminal Terboyo Semarang, Senin (10/6/2019). (metrojateng.com/ahmad khoirul asyar)

Menurut keterangan salah seorang penumpang, Kukuh, kejadian yang dialami bersama belasan temannya sesama penumpang tersebut berawal saat ia mencari tiket bus pada hari Minggu (9/6/2019). Setelah itu ia mendapatkan tiket bus tambahan ke Jakarta melalui agen Sari Indah yang berangkat pada pukul 22.30 dari Terminal Bungurasih, Surabaya. Tiket yang didapatkan pada penumpang tersebut harganya beragam, mulai Rp 500 ribu sampai Rp 750 ribu.

“Total ada 16 orang berangkat dari Surabaya naik PO Harum. Pagi tadi pukul 05.00 sampai di Semarang. Bus isi bensin di SPBU Genuk. Lalu semua penumpang yang hendak ke Jakarta disuruh pindah bus ke PO Langsung. Katanya semua biaya sudah diatur,” ujarnya, Senin (10/6/2019).

Ketika para penumpang hendak naik ke bus PO Harum, kondektur bus bilang kalau bus hanya sampai di Tegal. Para penumpang kemudian protes karena tujuan awal hendak ke Jakarta tetapi hanya diturunkan di Tegal. Setelah itu para penumpang mengadu ke Pos Pengamanan Terboyo.

Kapolsek Genuk Kompol Zaenul Arifin mengatakan, setelah mendapat informasi anggota Polsek Genuk kemudian menghampiri para penumpang yang ditelantarkan. Dari 16 penumpang tersebut hanya 10 penumpang yang membuat laporan.

“Kami mintai keterangan para penumpang dan kondektur PO Langsung. Didapatkan informasi bahwa kondektur PO Harum hanya memberikan uang sekitar Rp 700 ribu untuk 10 penumpang itu,” ungkapnya.

Setelah itu para penumpang diarahkan untuk membuat laporan di Mapolsek Genuk. Sementara polisi langsung mengejar dan meminta pihak PO Harum yang diduga menelantarkan penumpang untuk datang ke Polsek.

“Kami masih menunggu pihak PO Harum. Tadi anggota saya minta untuk mengejarnya,” pungkas Zaenul. (aka)


Artikel yang berjudul “Belasan Penumpang Bus PO Harum dari Surabaya Telantar di Terboyo – Kilasbaca.com” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

No comments:

Powered by Blogger.