Dua Situs Bersejarah Terbengkalai, Rumah Pancasila Minta Pemkot Semarang Lakukan Pemugaran – Kilasbaca.com

SEMARANG – Semarang merupakan kota dengan banyak peninggalan bersejarah seperti gedung dan monumen. Namun banyak juga dari bangunan-bangunan itu yang tidak terawat atau kurang diperhatikan hingga terbengkalai. Di antaranya adalah Monumen Ketenangan Jiwa di ujung muara Banjir Kanal Barat Semarang dan Gedung Marabunta kawasan Kota Lama Semarang. Padahal dua tempat tersebut menyimpan cerita yang berkaitan dengan peristiwa penting di masa lalu.

Menyikapi hal itu, Rumah Pancasila dan Klinik Hukum mengambil tindakan nyata agar dua situs bersejarah tersebut tetap ada dan terawat sehingga masyarakat Kota Semarang tidak kehilangan penggalan cerita sejarahnya. Tindakan awal yang dilakukan adalah melayangkan surat resmi kepada Pemerintah Kota Semarang untuk segera melakukan pemugaran terhadap dua situs bersejarah tersebut.

Theodorus Yosep Parera saat mengunjungi dan melihat dari dekat kondisi Monumen Keterangan Jiwa di ujung muara sungai Banjir Kanal Barat. (metrojateng.com/istimewa)

“Kami Rumah Pancasila dan Klinik Hukum sudah layangkan surat kepada Walikota Semarang. Surat itu juga kami tembuskan kepada Presiden, DPR RI, dan Gubernur Jateng,” kata pendiri Rumah Pancasila dan Klinik Hukum, Theodorus Yosep Parera, Senin (10/6/2019).

Yosep menjelaskan, Monumen Ketenangan Jiwa merupakan monumen sejarah yang sisi lain cerita Pertempuran Lima Hari di Semarang. Monumen yang diresmikan pada tanggal 14 Oktober 1998 tersebut dibuat sebagai penanda bagi peristiwa berdarah di Semarang yang terjadi pada masa kolonial Jepang.

“Monumen itu dibuat untuk memperingati peristiwa Pertempuran Lima Hari di Semarang yang memakan banyak korban jiwa. Tidak hanya tentara dan warga Indonesia, tetapi juga tentara dan warga sipil Jepang yang meninggal dalam penghadangan di dekat Banjir Kanal Barat (depan Lapas Wanita Bulu sekarang). Mayat orang yang meninggal itu dilarungkan di sungai Banjir Kanal Barat itu,” jelasnya.

Meski baru diresmikan 21 tahun lalu, kondisi terkini monumen bersejarah tersebut tidak terawat. Lokasi di sekitar monumen tersebut juga ditumbuhi semak-semak dan tidak pernah terjamah. Bahkan peristiwa Pertempuran Lima Hari di Semarang yang diperingati setiap tahun hanya digelar di kawasan Tugu Muda.

“Kondisinya sudah tidak terurus, dikelilingi rumput panjang. Padahal monumen ini sangat penting dan Pemerintah Kota Semarang juga sudah mengeluarkan Perda Nomor 5 Tahun 2015, salah satu isinya untuk merenovasi dan merawat monumen itu. Tapi pada kenyataannya tidak terawat sampai saat ini,” papar Yosep.

Yosep menyatakan sudah seharusnya dal peringatan Pertempuran Lima Hari di Semarang juga dilakukan di sekitar monumen tersebut. Menurutnya hal itu sebagai pengingat bahwa tidak hanya warga Indonesia saja yang menjadi korban tetapi juga masyarakat sipil Jepang.

“Kami meminta agar pemerintah Kota segera melakukan pemugaran terhadap monumen bersejarah itu. Monumen itu juga bisa memberikan dampak lain, misalnya sebagai destinasi wisata dan lapangan kerja masyarakat. Kami dari Rumah Pancasila dan Klinik Hukum juga berencana akan menggelar kegiatan di sana,” ungkapnya.

Selain Monumen Ketenangan Jiwa, satu lagi bangunan bersejarah yang menjadi perhatian Rumah Pancasila dan Klinik Hukum adalah Gedung Marabunta. Gedung tersebut merupakan gedung kesenian bernuansa modern pertama yang ada di Semarang bahkan Indonesia. Gedung tersebut juga menyimpan banyak cerita terkait perkembangan kesenian pada masa dulu.

“Satu lagi adalah Gedung Marabunta. Itu adalah gedung pertunjukkan kesenian modern pertama di Indonesia. Kita perlu memperhatikan hal itu juga. Perlu kita hidupkan lagi dan kalau dibutuhkan menggandeng mahasiswa di Semarang dan luar daerah dan luar pulau untuk terlibat menghidupkan kesenian di gedung itu,” pungkasnya. (aka)

Ucapan Lebaran 1440

Artikel yang berjudul “Dua Situs Bersejarah Terbengkalai, Rumah Pancasila Minta Pemkot Semarang Lakukan Pemugaran – Kilasbaca.com” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

No comments:

Powered by Blogger.