Perang Dagang Bawa Berkah untuk Industri Tekstil Jateng – Kilasbaca.com

SEMARANG – Perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok membawa berkah untuk industri tekstil di Jawa Tengah. Terjadi peningkatan permintaan ekspor dari negara di Eropa dan Amerika Serikat.

Para tenaga kerja sedang melakukan pekerjaan di industri tekstil PT Sandang Asia Maju Abadi di Kawasan Industri Wijaya Kusuma Mangkang Semarang, Rabu (22/5/2019). Foto: metrojateng.com/anggun puspita

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jawa Tengah, Frans Kongi mengatakan, perang dagang tersebut memang sedikit berdampak negatif pada perkembangan industri di tanah air. Namun, khusus industri tekstil di Jateng justru terjadi peningkatan permintaan.

“Jateng damai, aman, tidak ada keluhan apa-apa dunia usaha. Industri tekstil kita masih baik, punya pasar, punya pesanan cukup baik. Jadi tidak terdampak adanya perang dagang,” ungkapnya saat ditemui, Selasa (18/6/2019).

Diketahui, pasca Lebaran ini pun usaha tekstil dan garmen di Jateng sudah mulai banyak pesanan dari luar negeri, terutama Amerika Serikat.

“Pasca Lebaran roda industri di Jateng sudah bergerak, karena hubungan dengan luar negeri tetap terjalin baik, sehingga pesanan sudah banyak masuk. Tidak ada persoalan. Tekstil masih oke, produk kayu juga akan masuk lebih banyak ke sana,” tuturnya.

Dalam kondisi ini Apindo terus mendorong pengusaha di bidang tersebut untuk menggenjot ekspor Jateng ke negara-negara utama seperti Amerika, Eropa, dan Tiongkok yang selama ini menjadi pasar terbesar ekspor tekstil.

Meski demikian, imbuh dia, pemerintah juga perlu memberikan stimulus agar kegiatan ekspor dapat berjalan lebih mudah, sehingga target bisa dicapai.

“Pemerintah perlu membuka hubungan bilateral dagang negara lain seperti di Afrika, Amerika Latin, itu akan sangat baik karena bisa mendapat kemudahan dalam ekpor kita dan sebaliknya bagi negara-negara tersebut,” tandasnya. (ang)

Ucapan Lebaran 1440

Artikel yang berjudul “Perang Dagang Bawa Berkah untuk Industri Tekstil Jateng – Kilasbaca.com” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

No comments:

Powered by Blogger.