Setelah Argorejo, Pemkot Semarang Siap Tutup Bisnis Esek-esek Gambilangu – Kilasbaca.com

SEMARANG – Bisnis esek-esek di Kota Semarang, Resosialisasi Argorejo atau yang sering disebut dengan Sunan Kuning (SK) akan segera ditutup oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang. Menyusul agenda tersebut, lokasi lainnya yang kerap digunakan sebagai bisnis esek-esek yang terletak di ujung barat Kota Semarang, Gambilangu (GBL) juga akan segera ditutup.

Koordinasi Pemerintah dan pengusaha di kawasan Gambilangu, Selasa (25/6/2019). Foto: metrojateng.com/ade lukmono

Sejumlah pemangku kepentingan, mulai dari unsur pemerintah dan pengusaha dikumpulkan di Gedung Balai Pertemuan RW VI, Kelurahan Mangkang Kulon untuk diberikan sosialisasi. Rapat dipimpin Kasatpol PP Kota Semarang, Fajar Purwoto, Camat Tugu Anton Siswartono dan perwakilan dari dinas sosial.

Fajar mengatakan, akan melakukan penutupan pada 15 Agustus 2019 mendatang. Pihaknya akan melakukan sosialisasi dua hingga tiga kali lagi sambil menunggu keputusan dari Kementerian Sosial Republik Indonesia.

“Gambilangu ini selain berada di Kota Semarang juga berada di Kabupaten Kendal. Namun saya rasa Kabupaten Kendal juga sudah melakukan persiapan secara baik,” katanya, Selasa (25/6/2019).

Dia menambahkan, sesuai data yang dimiliki terdapat 114 pekerja seks komersial di GBL yang siap pindah. Fajar mengatakan, cepat tidaknya pengalihfungsian tersebut tergantung dari dana Kementerian Sosial.

Sementara itu, beberapa pengusaha karaoke di wilayah tersebut mengkhawatirkan penutupan GBL akan membuat usaha karaoke di wilayah tersebut akan mati. Isu penutupan GBL menjadi salah satu turunnya omzet sejak Ramadan lalu, sekitar 20 persen dari hari biasa.

Mereka meminta agar yang dihapuskan pemerintah hanya praktik prostitusi. Sementara untuk karaoke tetap bisa berjalan bebarengan dengan rencana pengalihfungsian menjadi wisata kuliner. (ade)

Ucapan Lebaran 1440

Artikel yang berjudul “Setelah Argorejo, Pemkot Semarang Siap Tutup Bisnis Esek-esek Gambilangu – Kilasbaca.com” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

No comments:

Powered by Blogger.